Tim ESN Surati Menteri LHK Minta Baku Mutu Mikroplastik Air Sungai

Ali
Prigi Arisandi, Peneliti ESN melayangkan surat untuk Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK). Foto/Prigi for iNewsSurabaya.id

JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) mengirimkan surat kepada Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) di Manggala Wanabhakti, Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Dalam suratnya ESN meminta baku mutu atau nilai ambang batas mikroplastik di perairan sungai Indonesia, Baku mutu mikroplastik pada seafood dan air limbah pabrik kertas dan tekstil. 

“Baku mutu mikroplastik mendesak untuk diterapkan di Indonesia karena saat ini 68 sungai nasional tercemar mikroplastik, 80% ikan-ikan di Pulau Jawa terkontaminasi mikroplastik sedangkan industri kertas dan tekstil yang menjadi salah satu sumber mikroplastik saat ini bebas membuang limbah tanpa standar baku mikroplastik,” ungkap Prigi Arisandi.

Lebih lanjut Peneliti ESN menjelaskan bahwa kontaminasi mikroplastik di sungai-sungai Indonesia sangat mengkhawatirkan karena 86% bahan baku air minum penduduk Indonesia salah satu sumbernya berasal dari air Sungai. 

“KLHK harus segera membuat baku mutu mikroplastik untuk melindungi kesehatan penduduk Indonesia, karena jika kontaminasi mikroplastik dalam air sungai tidak dikendalikan maka yang menjadi korban adalah manusia karena saat ini diketahui bahwa ikan, seafood telah tercemar mikroplastik, bahkan dalam lambung,plasenta, paru-paru, Air susu ibu dan darah manusia telah ditemukan Mikroplastik," terangnya.

Sungai tercemar Sampah Plastik

Mengacu pada baku mutu sungai Indonesia dalam Peraturan Pemerintah Nomer 22/2021 Tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menyebutkan bahwa sungai Indonesia harus Nihil sampah. 

Namun faktanya ESN menemuka 68 sungai nasional Indonesia masih dipenuhi sampah terutama sampah plastik seperti tas kresek, Styrofoam, popok, botol plastik, sampah pakaian, sedotan dan pembungkus plastik. 

Sampah plastik ini karena paparan sinar matahari dan ombak air sungai menyebabkan sampah plastik terfragmentasi menjadi serpihan plastik berukuran lebih kecil dari 5 mm yang disebut mikroplastik.

ESN pada Maret hingga Desember 2022 menguji kandungan mikroplastik di 68 sungai strategis nasional, menunjukkan 5 Provinsi yang paling tinggi terhadap kontaminasi partikel mikroplastik.

Provinsi Jawa Timur ditemukan 6,36 partikel/liter, Provinsi Sumatera Utara ditemukan 5,20 partikel/liter, Provinsi Sumatera Barat ditemukan 5,08 partikel/liter, Provinsi Bangka Belitung 4,97 partikel/liter, Provinsi Sulawesi Tengah 4,17 partikel/liter. Berikut akumulasi data uji mikroplastik di sungai – sungai indonesia yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia.

Jenis mikroplastik yang paling banyak dijumpai adalah fiber (49,20%) yang berasal dari limbah domestik, limbah cari pabrik kertas dan pabrik tekstil yang umumnya menggunakan jenis polyester. 

Editor : Ali Masduki

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network