Nenek di Jombang Sulit Dapat Pupuk Bersubsidi, Terpaksa Datang Pakai Ambulans, Ini Penjelasan Dinas

Zainul Arifin
Seorang nenek di Jombang kesulitan menebus pupuk bersubsidi hingga datang dengan ambulans. Dinas Pertanian Jombang beri klarifikasi terkait prosedur dan solusi bagi petani yang tidak bisa hadir langsung. Foto iNEWSSURABAYA/zainul

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang nenek lansia kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi hingga harus datang menggunakan ambulans viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang ini pun mendapat respons cepat dari Dinas Pertanian Jombang.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang perempuan lanjut usia terbaring lemah di dalam ambulans yang berhenti di depan kios pupuk. Meski dalam kondisi sakit, nenek tersebut tetap datang sendiri untuk menebus pupuk subsidi yang menjadi haknya. Kisah ini pun memantik perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi.

Menanggapi viralnya video ini, Kepala Dinas Pertanian Jombang, Much Rony, memberikan penjelasan terkait aturan dan prosedur penebusan pupuk bersubsidi. Menurutnya, kebijakan yang berlaku memang mewajibkan petani hadir secara langsung untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

"Kehadiran penerima sangat diperlukan karena harus difoto melalui aplikasi sebagai bentuk transparansi. Ini memastikan distribusi pupuk benar-benar sesuai aturan. Namun, dalam kondisi tertentu, ada pertimbangan sosial dan kemanusiaan yang tetap diperhitungkan," ujar Much Rony, Jumat (28/2/2025).

Rony menegaskan bahwa petani yang tidak memungkinkan hadir secara langsung tetap bisa menebus pupuk melalui mekanisme alternatif. Mereka dapat memberikan surat kuasa kepada anggota kelompok tani (poktan) atau keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).

"Mereka cukup membawa surat kuasa bermaterai, KTP asli wakilnya, serta fotokopi KTP petani yang bersangkutan. Jika diwakili anggota keluarga, cukup membawa fotokopi KK dan KTP kedua belah pihak," tambahnya.

Dinas Pertanian Jombang juga mengungkap fakta sebenarnya di balik video yang ramai diperbincangkan. Perempuan lansia dalam video tersebut diketahui bernama Rochmah (71), warga Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Rochmah baru saja pulang berobat pada Jumat (21/2/2025) siang menggunakan ambulans desa. Dalam perjalanan pulang, anaknya memutuskan mampir ke kios pupuk milik Suparjo di Desa Pucangsimo untuk menebus pupuk.

"Ada miskomunikasi di kios, tetapi kami sudah turun langsung untuk memastikan semuanya beres. Hak Ibu Rochmah sudah terpenuhi, dan kami pastikan mekanisme penebusan pupuk tetap mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan," jelas Rony.

Kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih memahami aturan penebusan pupuk bersubsidi. Dinas Pertanian Jombang mengimbau masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi dengan pihak terkait jika mengalami kendala dalam proses penebusan.

"Pemerintah berkomitmen memastikan distribusi pupuk berjalan adil dan tetap berpihak pada kesejahteraan petani," pungkasnya. 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network