FH Unair Gelar ICDNC 2025, Cetak Mahasiswa Hukum Tangguh Lewat Simulasi Negosiasi

Hendro Djatmiko
Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon profesional hukum andal melalui ajang Internal Contract Drafting and Negotiation Competition (ICDNC) 2025. Foto iNewsSurabaya/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon profesional hukum andal melalui ajang Internal Contract Drafting and Negotiation Competition (ICDNC) 2025. Kompetisi ini menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan menyusun kontrak hukum dan teknik negosiasi secara nyata.

Bertempat di Ruang AG 302 Pringgodigdo, Kampus B Unair, acara puncak ICDNC 2025 digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025. Menghadirkan dua praktisi hukum berpengalaman sebagai dewan juri—Richard Subroto, S.H., M.Kn., CCD., CMLC. dari Ansugi Law dan Sayyid Umar Al Mahsyur, S.H., M.Kn., C.C.D., C.L.A., C.Md., kompetisi ini tak hanya menilai kemampuan teknis tetapi juga wawasan strategis para peserta dalam menyikapi kasus hukum.

Mengusung tema hukum konstruksi, ICDNC tahun ini mendorong mahasiswa untuk menyusun dokumen kontrak yang kompleks dan teknis. Menurut Mawaddah Warrahmah, Ketua Pelaksana ICDNC 2025, pemilihan tema tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas analisis dan pemahaman peserta terhadap dunia praktik hukum yang sesungguhnya.

“Tema konstruksi menantang peserta untuk benar-benar mendalami aspek hukum teknis, yang sangat krusial dalam dunia profesional,” ungkapnya.

Kompetisi berlangsung melalui serangkaian tahapan sejak April 2025, dimulai dengan workshop, pembagian kasus posisi, pengumpulan draft kontrak, penilaian, hingga simulasi negosiasi pada babak final. Tiap tim yang terdiri dari empat mahasiswa berperan sebagai pihak kreditor dan debitor, serta dihadapkan pada skenario negosiasi kontrak yang menuntut kecermatan argumentasi dan ketajaman substansi hukum.

Dalam sesi final, para juri memberikan penilaian berdasarkan penguasaan materi hukum, teknik berkomunikasi, intonasi, alur logika, serta ketepatan strategi penyelesaian konflik. 

Richard Subroto, salah satu juri, menekankan pentingnya kompetisi ini sebagai sarana membangun mindset hukum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif.

“Di dunia kerja, yang dibutuhkan bukan sekadar hafalan pasal atau kemampuan menggunakan AI. Tapi cara berpikir strategis dan kemampuan menavigasi situasi yang kompleks,” ujar Richard, alumni FH Ubaya.

Ia juga mengapresiasi keterampilan komunikasi peserta yang dinilainya sudah cukup baik, meski tetap ada ruang untuk penguatan pada aspek pemetaan strategi hukum secara holistik.

Selain pengalaman dan wawasan, ICDNC 2025 juga memberikan golden ticket kepada tim pemenang untuk mewakili FH Unair di kompetisi hukum tingkat nasional. Ini menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan menunjukkan performa terbaiknya di panggung akademik maupun profesional.

Dengan ajang seperti ICDNC, FH Unair menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan hukum yang tak hanya mengedepankan teori, tetapi juga praktik nyata. Kompetisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kampus merancang proses belajar yang menyentuh kebutuhan industri hukum masa kini.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network