SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus memacu kualitas lulusan vokasi melalui program pelatihan keterampilan bersertifikat. Dalam setahun, sedikitnya enam kali pelatihan intensif digelar, menyasar siswa SMK dan guru produktif di berbagai bidang, agar lulusan memiliki skill khusus yang diakui dunia kerja.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan tenaga ahli langsung dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta praktisi pendidikan berpengalaman. Dengan metode pembelajaran praktis, peserta diharapkan siap terjun ke dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Harapan kami, semua lulusan vokasi, terutama yang belum memiliki fasilitas bengkel praktik memadai, bisa mendapatkan sertifikasi resmi. Ke depan, industri akan berkembang pesat seiring kemajuan teknologi, sehingga kompetensi terukur menjadi modal penting,” ujar Aries.
Menurutnya, prioritas peserta diberikan kepada siswa yang belum memiliki sarana prasarana lengkap atau kompetensi yang sesuai kebutuhan DUDI saat ini. Kolaborasi antara pendidikan dan keterampilan menjadi kunci agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mahir secara praktik.
Kepala UPT PTKK, Endang Winarsih, menuturkan bahwa pelatihan semester kedua tahun 2025 ini mengusung tema Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Vokasi Menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan ini berlangsung pada 31 Juli–5 Agustus 2025 dan menjadi bagian dari Milenial Job Center (MJC) Angkatan 2.
Peserta MJC dibekali keterampilan mulai dari bahasa pemrograman, pengembangan aplikasi web/mobile, hingga bidang teknologi informasi lainnya. Selain itu, pelatihan juga menanamkan jiwa inovasi dan kewirausahaan, sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
“Kami ingin membentuk ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, terstandar, dan kompetitif. Peserta didorong untuk berinovasi, menciptakan solusi digital, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Endang.
Dalam pelatihan reguler MJC angkatan kedua ini, materi yang diajarkan meliputi: Desain Web, Desain Grafis, Motion Graphic, Animasi, Fotografi dan Videografi
Masing-masing kelas diikuti 15 peserta, baik siswa maupun guru produktif. Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan resmi atas keterampilan yang dimiliki.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK/SMA di Jawa Timur. Dengan adanya sertifikasi, lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan maupun merintis usaha.
“Sertifikasi ini bukan hanya dokumen formal, tetapi bukti nyata kemampuan peserta. Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut sehingga seluruh siswa vokasi di Jawa Timur memiliki pengakuan resmi atas skill mereka,” pungkas Endang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
