SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia jurnalistik terus mengalami perubahan di tengah derasnya arus informasi digital. Menyadari hal itu, SMA Wijaya Putra Surabaya menggelar Diklat Jurnalistik 2025 dengan mengusung tema “Adaptasi Journalism di Masa Kini dengan Melatih Sudut Pandang Kritis dan Kreatif.”
Kegiatan yang digelar di Aula SMA Wijaya Putra ini menjadi wadah pembelajaran bagi siswa agar tidak hanya mahir menulis berita, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan relevan dengan perkembangan media.
Ketua pelaksana, Filsa Clara, menegaskan bahwa diklat ini hadir sebagai jawaban atas tantangan teknologi digital yang mengubah pola konsumsi informasi masyarakat.
“Kami berharap calon jurnalis mampu melatih daya kritis dan kreativitasnya agar bisa menyikapi perubahan media informasi dengan tepat,” jelasnya.
Sementara itu, Fitri Nurdiansyah, Pembina Jurnalistik SMA Wijaya Putra, menekankan pentingnya etika dan akurasi dalam setiap karya tulis. Hal senada disampaikan Arief Al Jauhari, pembimbing jurnalistik, yang mengingatkan bahwa berita harus tetap mendidik dan jujur meski disajikan dengan gaya kreatif.
Diklat ini menghadirkan praktisi media, seperti Ali Masduki, fotografer Surabaya, yang membekali siswa dengan teknik fotografi dan videografi. Menurutnya, jurnalis muda tidak cukup hanya bisa menulis, tetapi juga perlu menguasai visualisasi berita agar lebih menarik.
Kemudian, Arif Ardliyanto, Pimpinan Redaksi iNewsSurabaya.id, memberikan materi kepenulisan. Ia menegaskan bahwa jurnalis masa kini harus bisa menyampaikan informasi dengan akurat, kritis, sekaligus kreatif sehingga tetap diminati pembaca. "Ide cemerlang dan kreatif menjadi kunci seorang jurnalis," katanya.
SMA Wijaya Putra Surabaya Cetak Jurnalis Muda Lewat Diklat Jurnalistik 2025. Foto iNewsSurabaya/Jurnalis SMA Wijaya Putra
Tak ketinggalan, dua alumni SMA Wijaya Putra, Dimas dan Nabila, berbagi pengalaman nyata seputar teknik editing video jurnalistik sesuai standar media profesional.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Alya Wijaya, salah satu siswa, mengaku mendapatkan pengalaman berharga.
“Diklat ini membuat kami lebih kritis dan kreatif. Diskusi dengan para narasumber membuka wawasan baru tentang dunia jurnalistik,” ujarnya.
Diklat Jurnalistik SMA Wijaya Putra 2025 bukan sekadar pembekalan teknis, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu menjadi jurnalis muda yang kritis, beretika, dan siap menghadapi tantangan derasnya informasi digital.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Wijaya Putra dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap menulis, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan melalui karya jurnalistik berkualitas.
Penulis :
Bunga Tri Maulidyah
Jurnalistik SMA Wijaya Putra
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
