PROBOLINGGO, iNewsSurabaya.id — Di sudut Kelurahan Kebonsari Kulon, ada sebuah kisah yang menunjukkan bahwa perubahan besar bisa lahir dari gerakan kecil masyarakat. Ruang terbuka hijau yang dulu dibiarkan kosong kini menjelma menjadi pusat edukasi, pemberdayaan keluarga, hingga penguatan ekonomi warga. Kampung KB Kencana singkatan dari Keren dan Terencana menjadi bukti nyata semangat kolektif warga Probolinggo.
Kerja keras itu terbayar lunas. Tahun 2025, Kampung KB Kencana dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Kampung KB Kota Probolinggo. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kampung ini tumbuh lewat inovasi berkelanjutan.
Istri Lurah Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo Lusi Dwi Cahyani, tak pernah lupa sosok almarhum Firman pendiri Kampung KB Kencana pada 2023. Dari tangannya, sebuah gerakan kecil dimulai. Setelah ia wafat, warga dan pemerintah kelurahan sepakat melanjutkan cita-citanya.
“Awalnya hanya ruang hijau kecil dengan beberapa tanaman. Kami melanjutkan perjuangan almarhum dan mengembangkannya menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan,” kenang Lusi.
Inovasi warga Kampung KB Kencana Probolinggo mengubah ruang hijau tak terurus menjadi ruang edukasi anak, pemberdayaan lansia, hingga pusat UMKM. Cerita lengkapnya ada di sini. Foto iNewsSurabaya/amin
Kini, berbagai varietas tanaman tumbuh subur, didukung kolaborasi lintas OPD dan CSR mulai dari Dinas Pertanian, BKKBN, Dinkes, hingga DLH. Tak hanya hijau, tempat itu berubah menjadi sumber edukasi dan pendapatan bagi warga.
Dinkes Tinjau Program Unggulan yang Bikin Kencana Digdaya
Dinas Kesehatan Kota Probolinggo melakukan kunjungan lapang untuk melihat langsung tujuh program unggulan Kampung KB Kencana. Ini menjadi bagian dari rangkaian program PKK Sehat Lestari yang tengah digaungkan Pemkot.
Tujuh titik itu menjadi identitas sekaligus kekuatan utama Kampung KB Kencana.
1. Sekretariat Kampung KB: Rumah Data yang Menuju Digitalisasi Penuh
Di tempat inilah seluruh data, dokumentasi, dan profil kegiatan dikumpulkan. Lusi menyebut saat ini pihaknya tengah mengembangkan digitalisasi berbasis website agar data kampung semakin mudah diakses.
“Semua data akan kami digitalisasi, supaya kota maupun provinsi bisa mengakses dengan mudah,” tegasnya.
2. Rumah Dilan: Ruang Belajar Balita di Luar PAUD
Rumah Dilan atau Pendidikan dan Keterampilan adalah ruang belajar tambahan untuk balita. Di sini tersedia APE dari barang daur ulang serta Perpustakaan Srikandi yang dipenuhi buku bacaan.
“Inovasi Rumah Dilan hanya dimiliki lima kelurahan, dan salah satunya ada di sini,” ujar Lusi.
3. Warung PKK: Etalase UMKM Warga
Keripik singkong, keripik pisang, risol, dan aneka olahan rumahan dipajang di Warung PKK. Selain menopang ekonomi keluarga, tempat ini juga sering menjadi ruang belajar produksi bagi ibu-ibu UMKM.
4. Posyandu Lansia Sri Wedari: Ruang Hangat untuk Para Sepuh
Setiap bulan, para lansia datang untuk pengecekan kesehatan sekaligus bersosialisasi. Ruang posyandu yang nyaman membuat kegiatan ini selalu ramai, menjadi tempat mereka saling menguatkan.
5. KWT Srikandi & Kamelina: Kampung Edukasi Lingkungan untuk Anak
Tanah yang dulu kosong kini menjadi kebun sayur dan pusat edukasi bagi anak PAUD. KWT Srikandi bekerja sama dengan Bank Sampah untuk menyediakan sedekah sayur bagi keluarga berisiko stunting. Di sinilah anak-anak mengenal tanaman, sampah, dan lingkungan secara menyenangkan.
6. Program Cinta Al-Qur’an: Ruang Belajar untuk Lansia dan Disabilitas Mental
Setiap seusai Magrib, warga lansia dan penyandang disabilitas mental berkumpul untuk mengaji bersama. Program ini digagas bersama KUA Kanigaran, menjadikannya wadah spiritual yang sangat inklusif.
7. Gerpesh Jitu & Bank Sampah: Dari Sampah Menjadi Rezeki
Gerakan Peduli Sampah Siji Pitu (Gerpesh Jitu) menjadi pusat pengelolaan sampah, produksi pupuk organik cair, hingga kerajinan daur ulang. Bank Sampah yang dahulu hanya ada di RW 17 kini berkembang ke RW 4 dan ditargetkan hadir di seluruh RW.
“Rencananya akan kami kembangkan ke seluruh RW,” ujar Lusi.
Analis Kebijakan Dinkes PPKB Kota Probolinggo, Dewi Nawang Wulan, menyebut kemenangan Kampung KB Kencana sangat layak.
“Data di WEB Kampung KB sesuai dengan kondisi di lapangan. Administrasi tertata, inovasinya jalan, dan Pokjanya sangat potensial,” terangnya.
Ia menambahkan, capaian MKJP juga ikut mendukung keberhasilan program KB nasional. Dinkes berkomitmen melakukan monitoring setiap tiga atau enam bulan.
Keberhasilan Kampung KB Kencana tak lepas dari dukungan banyak pihak—Dinkes, BKKBN, Bakesbangpol, PMI, Kemenag, BAZNAS, PLKB, Puskesmas Kanigaran, KWT Srikandi, Gerpesh Jitu, hingga KIM Mawar Putih.
Kampung KB Kencana adalah gambaran bahwa perubahan bisa dimulai dari halaman sendiri. Dari ruang hijau terbengkalai, kini lahir kampung percontohan yang membawa manfaat luas: edukasi anak, penguatan lansia, pemberdayaan perempuan, ekonomi UMKM, dan penanggulangan stunting.
Sebuah bukti bahwa ketika warga bergerak bersama, kampung kecil pun bisa menjadi inspirasi kota.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
