SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah geliat pembinaan sepak bola usia dini di Kota Surabaya, Academy Unesa hadir sebagai ruang tumbuh bagi mimpi-mimpi kecil para calon pesepak bola. Bernaung di bawah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), akademi ini konsisten membangun fondasi sepak bola sejak usia dini melalui sistem pembinaan berjenjang yang terarah dan berkelanjutan.
Setiap sesi latihan di Academy Unesa bukan sekadar tentang mengolah bola. Di lapangan, anak-anak belajar disiplin, kerja sama, hingga nilai sportivitas yang menjadi bekal penting bagi perjalanan mereka di dunia sepak bola. Pendekatan ini diyakini mampu membentuk pemain yang tidak hanya piawai secara teknik, tetapi juga matang secara mental.
Koordinator Academy Unesa, David, menegaskan bahwa pembinaan usia dini menjadi kunci utama dalam mencetak pemain berkualitas di masa depan. Menurutnya, proses ini harus dijalankan dengan kesabaran dan visi jangka panjang.
“Kami tidak mengejar hasil instan. Fokus kami adalah membangun karakter, mental, dan teknik dasar anak-anak sejak awal. Dari sinilah fondasi pemain yang tangguh dan berkarakter bisa terbentuk,” ujar David.
Academy Unesa berupaya melahirkan pesepak bola muda berkualitas dari Surabaya untuk level lebih tinggi. Foto iNewsSurabaya/alup
Academy Unesa membina pemain dari berbagai kelompok usia. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah kategori U-15, fase penting ketika pemain mulai memahami permainan secara lebih utuh. Program latihan dirancang menyesuaikan perkembangan usia, mulai dari penguatan teknik dasar, pengenalan taktikal sederhana, hingga peningkatan kondisi fisik secara bertahap.
Pelatih U-15 Academy Unesa, Duta, menyampaikan bahwa pada level ini, anak-anak mulai diperkenalkan dengan konsep bermain kolektif tanpa meninggalkan nilai pembinaan karakter.
“Di usia ini, pemain mulai belajar membaca permainan, mengambil keputusan di lapangan, dan bertanggung jawab terhadap peran masing-masing dalam tim. Semua tetap kami sesuaikan dengan tahapan usia mereka,” jelasnya.
Hal senada disampaikan pelatih U-15 lainnya, Riyo, yang menekankan pentingnya pengalaman bertanding sebagai bagian dari proses belajar pemain muda.
“Kami rutin mengikuti turnamen usia dini dan uji tanding. Dari pertandingan itulah mental bertanding anak-anak terbentuk, sekaligus menjadi evaluasi perkembangan mereka,” ungkap Riyo.
Melalui pembinaan yang konsisten dan terstruktur, Academy Unesa berharap dapat melahirkan pesepak bola muda berbakat yang siap melangkah ke jenjang pembinaan lebih tinggi. Lebih dari itu, akademi ini ingin menjadi bagian dari upaya panjang membangun masa depan sepak bola Indonesia, dimulai dari lapangan-lapangan latihan di Surabaya, tempat mimpi anak-anak terus diasah dan dijaga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
