SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional kian terasa nyata di sektor industri garam. Di tengah ketergantungan terhadap produk impor, sejumlah pelaku usaha mulai menaruh harapan besar pada potensi garam lokal agar mampu bersaing di pasar dalam negeri. Salah satunya dilakukan PT Sumatraco Langgeng Makmur.
Menatap tahun 2026, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan garam ini memasang target cukup ambisius namun realistis. PT Sumatraco Langgeng Makmur menargetkan produksi garam di kisaran 90 ribu hingga 100 ribu ton sepanjang 2026. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus jawaban atas meningkatnya kebutuhan pasar nasional.
Purchasing PT Sumatraco Langgeng Makmur, Mohammad Ishak, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, tren permintaan pasar yang terus menunjukkan peningkatan turut menjadi pertimbangan utama.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan volume produksi di kisaran 90 ribu sampai 100 ribu ton. Angka ini kami nilai realistis dan terukur karena langkah-langkah penguatan produksi sudah kami siapkan sejak awal,” ujar Ishak.
Ia menuturkan, konsistensi menjaga kualitas produk menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi persaingan, khususnya dengan garam impor. Tidak hanya fokus pada volume, PT Sumatraco Langgeng Makmur juga membangun kerja sama jangka panjang dengan para mitra bisnis serta terus membenahi sistem pengadaan agar lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Di sisi lain, perusahaan juga aktif memetakan potensi permintaan dari berbagai wilayah, termasuk kawasan industri dan proyek-proyek strategis nasional yang diproyeksikan meningkat pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap stabil sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu.
“Fokus kami bukan sekadar mengejar angka produksi. Keberlanjutan usaha tetap menjadi prioritas. Kami ingin tumbuh sehat tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan mitra,” tambahnya.
Untuk mendukung target tersebut, Sumatraco juga memperkuat koordinasi internal antar tim. Menurut Ishak, sinergi yang solid menjadi faktor penting agar seluruh proses produksi hingga distribusi berjalan efektif dan efisien.
Dengan target produksi yang ambisius namun terukur, PT Sumatraco Langgeng Makmur optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pelaku usaha kompetitif di sektor garam nasional. Lebih dari itu, perusahaan berharap kontribusinya mampu mendukung penguatan industri garam lokal sekaligus mendorong kemandirian pangan Indonesia pada 2026 mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
