SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya, Lapangan Kodikal menjadi saksi tumbuhnya mimpi-mimpi kecil para calon pesepak bola. Setiap sore, anak-anak dari berbagai usia berlatih dengan penuh semangat bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Hanggana, sebuah wadah pembinaan usia dini yang konsisten menanamkan dasar sepak bola sejak usia belia.
SSB Hanggana membina pemain muda secara berjenjang mulai kelompok usia U-9 hingga U-15. Pola pembinaan ini dirancang agar anak-anak tidak hanya mahir mengolah bola, tetapi juga tumbuh dengan karakter, disiplin, dan pemahaman bermain yang matang sesuai tahap perkembangan usia mereka.
Direktur Teknik SSB Hanggana, Fais, menegaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Menurutnya, usia dini merupakan fase krusial dalam membentuk fondasi teknik dan mental pemain.
“Kami memulai pembinaan dari kelompok U-9 sampai U-15. Fokus utama kami adalah penguasaan teknik dasar, pemahaman bermain, serta pembentukan karakter sejak dini. Prestasi akan mengikuti jika prosesnya berjalan dengan benar,” ujar Fais.
Berbasis di Lapangan Kodikal, SSB Hanggana Surabaya fokus pembinaan teknik dasar, karakter, dan prestasi sepak bola usia dini hingga level kompetisi. Foto Surabaya.iNews.id/alup
Komitmen tersebut berbuah manis. SSB Hanggana pernah dipercaya mewakili Liga Progresif Surabaya dalam ajang Barrati International Tournament, turnamen internasional bergengsi yang diikuti akademi dan sekolah sepak bola dari berbagai negara. Kepercayaan ini menjadi bukti kualitas pembinaan yang dijalankan secara konsisten.
Di tingkat lokal, performa SSB Hanggana juga menunjukkan tren positif. Pada Liga Progresif Surabaya U-13 tahun 2024, tim muda Hanggana berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara pada musim 2025, mereka kembali tampil kompetitif dengan finis sebagai juara dua di kelompok usia yang sama.
Ketua SSB Hanggana, Ali Smit, menilai capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama solid seluruh elemen yang terlibat dalam pembinaan.
“Prestasi anak-anak adalah hasil dari kerja bersama antara pelatih, orang tua, dan manajemen. Kami ingin SSB Hanggana menjadi rumah yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar sepak bola, menikmati proses, dan tumbuh bersama,” kata Ali Smit.
Pendekatan pembinaan yang mengedepankan proses juga ditegaskan oleh pelatih SSB Hanggana, Oetoyo. Ia menyebut bahwa setiap kelompok usia mendapatkan materi latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan pemain.
“Di semua kelompok usia, kami tekankan dasar teknik, kerja sama tim, dan keberanian dalam bermain. Prestasi bukan tujuan utama, melainkan bagian dari proses panjang yang dijalani anak-anak,” ungkap Oetoyo.
Dengan dukungan pelatih berlisensi, keterlibatan aktif orang tua, serta lingkungan latihan yang kondusif di Lapangan Kodikal, SSB Hanggana optimistis dapat terus berkontribusi mencetak pesepak bola muda potensial. Melalui pembinaan berjenjang dari U-9 hingga U-15, SSB Hanggana menapaki perannya sebagai pondasi awal lahirnya generasi sepak bola Surabaya yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
