Tak Sekadar Sekolah, Siswa ABK Jatim Disiapkan Jadi Wirausahawan Lewat Pendidikan Vokasi

Saipul Yudi
Pendidikan vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus di Jawa Timur diperkuat lewat peningkatan kompetensi guru dan dukungan dunia usaha. Foto Surabaya.iNews.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik keterbatasan fisik dan intelektual, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) menyimpan potensi besar yang kerap luput dari perhatian. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini berupaya membuka jalan agar potensi itu tak berhenti di bangku sekolah, melainkan berlanjut hingga dunia usaha dan industri.

Melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, peningkatan keterampilan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi fokus utama. Langkah ini diyakini menjadi kunci agar transfer keilmuan kepada siswa berkebutuhan khusus bisa dilakukan secara tepat, sesuai minat dan kemampuan masing-masing anak.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa banyak siswa berkebutuhan khusus memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan siswa reguler, bahkan dalam beberapa bidang justru menunjukkan keunggulan tertentu.

“Kita berharap potensi anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa mengakses dunia kewirausahaan vokasi. Mereka sering kali memiliki kemampuan di luar kebiasaan. Karena itu, mereka perlu dibekali ilmu dan keterampilan sesuai minatnya agar bisa menjadi peluang nyata di dunia usaha dan industri,” ujar Aries, Kamis (22/1).

Menurut Aries, keterbukaan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap penyandang disabilitas kini semakin luas. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika dibarengi dengan kompetensi yang memadai.

“Kalau tidak punya keterampilan, tentu akan sulit bersaing. Karena itu, yang kita perkuat bukan hanya siswanya, tapi juga gurunya. Guru harus punya bekal cukup agar bisa langsung mentransfer ilmu dalam proses pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, Aries mengakui keterbatasan jumlah guru SLB masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pemerintah daerah, kata dia, kini masih menunggu formasi resmi dari kementerian karena tidak lagi diperkenankan mengangkat guru honorer.

“Kekurangan guru pendidikan khusus ini cukup dirasakan di banyak sekolah. Kami sangat berharap ada penambahan formasi dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus juga diperkuat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Teknologi Ketenagakerjaan dan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim. Kepala UPT PTKK, Endang Winsarsih, menjelaskan bahwa SLB telah memiliki Program Vokasi Istimewa yang berorientasi pada penyiapan keterampilan kerja dan pengurangan angka pengangguran.

“Program ini berhubungan langsung dengan kompetensi keahlian. Tahun-tahun sebelumnya kami melibatkan siswa SMA Double Track, dan kini kami perluas dengan melibatkan peserta didik berkebutuhan khusus,” kata Endang.

Ia memastikan seluruh sarana pelatihan telah disiapkan secara matang, mulai dari peralatan hingga instruktur. Namun, untuk peserta dari SLB, pendampingan guru selama pelatihan menjadi syarat utama.

“Alat dan instruktur sudah siap. Tapi untuk teman-teman SLB, peran guru pendamping sangat penting agar proses pelatihan berjalan optimal,” ujarnya.

Tak hanya keterampilan teknis, PTKK juga menaruh perhatian besar pada pendidikan kewirausahaan, terutama bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Latar belakang sosial peserta juga kami perhatikan. Bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah, jalur wirausaha harus dipersiapkan sejak dini dengan pendampingan yang tepat,” jelas Endang.

Ia menambahkan, dalam satu bulan sedikitnya akan digelar dua kegiatan pelatihan. Untuk mendukung program tersebut, PTKK Dindik Jatim mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 miliar pada tahun ini, mencakup pelatihan tiga jenjang pendidikan beserta sertifikasinya.

“Angkatan pertama pelatihan direncanakan mulai Februari. Sertifikasi juga kami siapkan melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK),” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network