RIYADH, iNewsSurabaya.id – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di ibu kota Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone pada Senin (2/3/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan ringan pada kompleks diplomatik.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua pesawat nirawak menghantam area United States Embassy in Riyadh. Api sempat muncul akibat ledakan, namun berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyebut kerusakan yang terjadi hanya bersifat material dan terbatas pada beberapa bagian bangunan.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, dua drone menghantam kompleks kedutaan dan menyebabkan kebakaran terbatas serta kerusakan ringan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (3/3/2026).
Sementara itu, analis keamanan Timur Tengah dari International Institute for Strategic Studies, Emile Hokayem, menilai serangan terhadap fasilitas diplomatik menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Teluk. Menurutnya, serangan terhadap target diplomatik umumnya membawa pesan politik yang kuat.
“Serangan seperti ini menunjukkan konflik di kawasan tidak lagi terbatas pada target militer, tetapi mulai menyasar simbol kehadiran negara lain,” ujarnya.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang memicu gelombang serangan balasan di sejumlah negara Teluk.
Pihak misi diplomatik AS di Arab Saudi kemudian mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran untuk berlindung di tempat (shelter in place) serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
Hingga kini, otoritas keamanan Arab Saudi masih melakukan penyelidikan guna memastikan asal serangan drone tersebut. Pengamanan di kawasan diplomatik Riyadh juga diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
