SIDOARJO, iNewsSurabaya.id - Band asal Sidoarjo, Fuzhi, hadir dengan konsep musik yang sarat makna dan filosofi. Nama Fuzhi sendiri terinspirasi dari pemikiran filsafat kuno Tiongkok, yakni kata “Fuzi” yang memiliki arti rencana, kesetiaan, serta perpaduan.
Filosofi tersebut menjadi landasan para personel Fuzhi dalam berkarya. Mereka ingin menghadirkan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memadukan unsur musikal dan pemikiran menjadi karya yang jujur, cerdas, serta memiliki makna mendalam. Bagi Fuzhi, lagu bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi jati diri musisi yang dituangkan melalui nada dan lirik.
Perjalanan band ini bermula pada 2020 ketika dua musisi, Iwan dan Aje, kerap berdiskusi tentang berbagai genre musik. Dari diskusi tersebut, keduanya menemukan kesamaan visi mengenai konsep karya yang ingin mereka ciptakan.
Pada 2021, Iwan memperkenalkan sebuah lagu yang kemudian menjadi titik awal perjalanan Fuzhi. Dari proses tersebut lahirlah lagu pertama berjudul “Mencoba Melupakan.”
Dalam proses produksinya, Fuzhi bekerja sama dengan Planet Rock Studio untuk pengerjaan instrumen. Pada lagu tersebut, Aje mengisi bagian drum sekaligus vokal, sementara bagian lainnya dikerjakan secara kolaboratif.
Menurut Aje, Fuzhi lahir dari kesamaan energi dan semangat untuk menghadirkan karya musik yang jujur serta berangkat dari pengalaman pribadi para personelnya.
“Fuzhi lahir dari energi satu frekuensi. Kami percaya lagu yang datang dari hati akan sampai ke hati para pendengar. Bagi kami, karya musik juga merupakan bagian dari jati diri seorang musisi,” ujar Aje, Minggu (8/3/2026).
Setelah lagu pertama, Fuzhi kembali merilis karya berjudul “Koka (Kopi Kawan)”. Lagu ini dipercaya menjadi theme song Bitbox Patch 2021/2022. Pada 2024, lagu tersebut juga di-cover dalam gim Clone Hero Guitar oleh komunitas Guitar Hero Indonesia.
Dalam perjalanannya, Fuzhi sempat menghadapi tantangan dalam melengkapi formasi band, khususnya dalam mencari vokalis yang sesuai dengan karakter musik mereka. Saat itu, Aje sempat mengisi vokal sementara.
Melalui media sosial Instagram, mereka akhirnya menemukan Guntur yang kemudian bergabung sebagai vokalis dan mengisi lagu ketiga berjudul “Saatnya Aku Pergi.”
Formasi band semakin lengkap setelah Rafi Ansi turut bergabung dan mengisi vokal pada lagu keempat berjudul “Tanpamu.”
Seiring berjalannya waktu, Fuzhi berkomitmen untuk mandiri dalam proses produksi karya mereka. Komitmen tersebut mulai diterapkan sejak perilisan lagu kelima berjudul “Aku dan Tuhanku.”
Band ini kemudian terus melanjutkan proses kreatif hingga berhasil merilis 11 lagu yang dirangkum dalam album perdana bertajuk “Agnothesia #1.”
“Kami sepakat untuk berdikari dalam produksi karya. Mulai dari proses kreatif hingga rilis, semuanya kami kerjakan dengan komitmen bersama,” kata Aje.
Perjalanan musik Fuzhi berlanjut pada 2025 dengan perilisan album kedua bertajuk “Kusala Side-A” yang berisi enam lagu.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
