BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, suasana di halaman Mapolresta Banyuwangi tampak berbeda dari biasanya. Barisan aparat berseragam berdiri rapi di bawah terik matahari pagi, menandai kesiapan pengamanan Idulfitri yang sebentar lagi tiba.
Kepolisian menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai tanda dimulainya pengamanan mudik dan arus balik Lebaran di Banyuwangi, wilayah yang dikenal sebagai pintu gerbang timur Pulau Jawa.
Apel yang berlangsung di lapangan Mapolresta Banyuwangi ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor. Personel dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga relawan turut ambil bagian memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, memimpin langsung apel tersebut. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi bersama berbagai instansi pendukung seperti Basarnas, BPBD, Senkom, dan Pramuka.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, Rofiq menegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, operasi ini merupakan bentuk komitmen negara untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Apel gelar pasukan ini adalah pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana. Kita ingin memastikan sinergi lintas sektor berjalan optimal demi menghadirkan perayaan Idulfitri yang aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.
Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, aparat fokus menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas pemudik.
Salah satu perhatian utama adalah jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, yang setiap tahun menjadi titik krusial arus kendaraan menuju Bali. Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas, mulai dari delaying system, penyediaan buffer zone, hingga penerapan sistem first come first in agar antrean kendaraan tetap terkendali.
Selain lalu lintas, Polresta Banyuwangi juga memantau ketersediaan bahan pokok penting dan BBM guna mencegah lonjakan harga yang bisa memberatkan para pemudik.
Tak hanya itu, aspek keamanan lingkungan juga menjadi perhatian. Para Bhabinkamtibmas diminta mendata rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi tindak kriminal.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polresta Banyuwangi juga membuka layanan penitipan kendaraan bermotor gratis di kantor-kantor kepolisian bagi warga yang ingin pulang kampung dengan tenang.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menyukseskan operasi ini. Tingkatkan soliditas di lapangan, optimalkan layanan Call Center 110, dan jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah. Mari kita wujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia,” pungkas Rofiq.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan para pemudik yang melintasi wilayah ini, kehadiran ribuan personel gabungan menjadi harapan agar perjalanan pulang kampung tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
