SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di sejumlah panti asuhan di Surabaya. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, sekelompok wartawan ekonomi justru memilih berbagi sekaligus menanamkan pengetahuan penting bagi masa depan anak-anak panti: literasi keuangan.
Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya (KWEBS) menggelar kegiatan “Gebyar Amal Ramadan 1447 H” dengan mengunjungi tiga panti asuhan di Kota Surabaya. Tidak sekadar menyalurkan bantuan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi keuangan sederhana agar anak-anak mulai memahami pentingnya mengelola uang sejak dini.
Tiga panti asuhan yang menjadi lokasi kegiatan yakni Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Jalan Gemol IC, Panti Asuhan Al Muniroh di Pakis Tirtosari, dan Panti Asuhan Al Ikhsan di Simo Sidomulyo.
KWEBS Surabaya menghadirkan konsep berbagi berbeda saat Ramadan dengan santunan sekaligus literasi keuangan bagi anak-anak panti asuhan. Foto Surabaya.iNews.id/arif
Dalam program yang dikemas dengan tema “Berbagi dan Literasi” tersebut, sekitar 100 anak panti menerima berbagai bantuan seperti hampers Ramadan, uang saku, sembako, serta dukungan dana bagi pengelola panti.
Namun yang membuat kegiatan ini berbeda adalah adanya sesi edukasi literasi keuangan yang dikemas secara ringan dan interaktif.
Program ini berangkat dari fakta bahwa literasi keuangan anak di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan survei tahun 2020, hanya sekitar 30 persen siswa SD yang memiliki pemahaman dasar tentang keuangan, seperti mengenal uang dan konsep menabung.
Sementara itu, sekitar 50 persen siswa SMP baru memahami konsep dasar seperti uang, tabungan, dan investasi sederhana.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan keuangan perlu dikenalkan sejak usia dini agar generasi muda lebih siap menghadapi masa depan.
Kegiatan sosial ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan perusahaan, di antaranya Bank Jatim, YBM PLN, Sinergi Gula Nusantara (SGN), Kino, Pertamina, Kalbe Farma, Telkomsel, Bogasari, PGN Gaskita, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga EIGER.
Plt. Divisi Kehumasan LPS, Rhein Valleno, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, LPS mendukung penuh kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Momentum ini bukan hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi penyempurna ibadah kita di bulan Ramadan melalui kegiatan berbagi,” ujar Rhein.
Ia menjelaskan bahwa LPS merupakan lembaga yang bertugas menjamin simpanan masyarakat di bank apabila terjadi pencabutan izin usaha bank, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK).
Rhein juga berharap kolaborasi antara LPS dan komunitas media di Surabaya dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perwakilan OJK, Anugerah Rakhman, menilai kegiatan Safari Ramadan yang digagas KWEBS menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan yang memadukan santunan, kebersamaan Ramadan, dan edukasi keuangan memiliki dampak positif bagi penerima manfaat.
“Selain memberikan kebahagiaan secara spiritual, kegiatan ini juga menambah pengetahuan anak-anak tentang pengelolaan keuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2026 yang terus didorong OJK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, khususnya yang berbasis syariah.
Edukasi sederhana kepada anak-anak panti diharapkan menjadi awal untuk membangun kesadaran finansial sejak dini.
Konsep edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini juga dibuat menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar melalui permainan interaktif.
Ketua Panti Asuhan Al Muniroh, HM Imam Mawardi, mengaku anak-anak sangat antusias mengikuti sesi literasi tersebut.
“Walaupun mereka belum punya rekening bank, pengetahuan tentang keuangan sangat penting untuk bekal masa depan. Anak-anak senang karena penyampaiannya lewat games, ringan tapi mudah dipahami,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah, Akhiyat. Ia menyebut kegiatan yang dilakukan KWEBS memberikan manfaat lebih karena tidak hanya berupa bantuan materi.
“Biasanya kami menerima donasi, tetapi kali ini anak-anak juga mendapatkan tambahan ilmu tentang keuangan yang memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Public Relation PT Indofood Tbk Divisi Bogasari, Rudianto Pangaribuan, juga mengapresiasi kegiatan sosial yang digagas KWEBS.
Menurutnya, berbagi kepada anak-anak yatim di bulan Ramadan merupakan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan.
“Kami berterima kasih bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat ini,” ujarnya.
Dengan memadukan kegiatan sosial, keagamaan, dan edukasi literasi keuangan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran finansial masyarakat.
Sinergi antara komunitas media, lembaga keuangan, dan dunia usaha diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan dengan baik demi masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
