Jelang Lebaran 2026, Serapan Gabah Bulog Jatim Tertinggi Nasional, Petani Dapat Kepastian Harga

Rahmat Ilyasan
Menjelang Lebaran 2026, Bulog Jawa Timur mencatat serapan gabah tertinggi nasional mencapai 588 ribu ton. Petani kini bisa menjual gabah langsung ke Bulog dengan harga Rp6.500 per kg. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Jawa Timur. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian serapan gabah yang sangat tinggi, bahkan menjadi yang terbesar di Indonesia.

Hingga saat ini, Bulog Jatim berhasil menyerap 588 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan sekitar 300 ribu ton beras. Angka tersebut menyumbang sekitar 32 persen dari total serapan nasional yang mencapai 1,818 juta ton GKP atau setara 950 ribu ton beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang selama ini mendukung proses penyerapan gabah di tingkat petani.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga para mitra penggilingan padi.

“Capaian ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari Pemprov Jatim, dinas pertanian melalui para penyuluh, TNI melalui Babinsa, Polri lewat Bhabinkamtibmas, hingga mitra penggilingan dan Tim Jemput Pangan Bulog,” ujar Langgeng.

Untuk mempermudah petani menjual hasil panennya, Bulog menyiagakan Tim Jemput Pangan (TJP) di berbagai daerah di Jawa Timur. Tim ini siap membeli langsung gabah milik petani di lokasi panen.

Bulog menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen yang sudah dipanen dan dikemas dalam karung.

Langgeng menjelaskan bahwa petani yang sedang memasuki masa panen dapat langsung menghubungi tim Bulog di daerah masing-masing. Selain itu, mereka juga bisa berkoordinasi melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun penyuluh pertanian di desa.

“Kami sering menyampaikan kepada para petani bahwa Bulog kini membeli langsung gabah mereka dengan harga Rp6.500 per kilogram. Tim kami siap datang ke lokasi panen,” jelasnya.

Menjelang Lebaran, Bulog juga mengingatkan pentingnya keamanan transaksi. Oleh karena itu, petani didorong menggunakan sistem pembayaran non-tunai atau transfer langsung ke rekening masing-masing.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko peredaran uang palsu yang biasanya meningkat menjelang hari raya.

Selain itu, Bulog memastikan tim penjemput gabah tetap siaga selama masa cuti Lebaran, sehingga proses pembelian dari petani tidak terganggu.

Tidak hanya gabah, Bulog Jatim juga mencatat kinerja positif pada komoditas jagung pipil kering (JPK). Hingga saat ini, Bulog telah menyerap 40.796 ton jagung, atau sekitar 40 persen dari target nasional 100 ribu ton hingga akhir tahun.

Harga pembelian jagung oleh Bulog ditetapkan Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen di gudang Bulog.

Dalam proses penyerapan jagung, Bulog mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur melalui jajaran Polres di berbagai daerah. Bahkan, gudang milik Polri turut dimanfaatkan untuk penyimpanan jagung, salah satunya di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Menurut Langgeng, jagung yang diserap tersebut nantinya akan digunakan untuk program stabilisasi harga pakan ternak.

“Jagung ini akan digunakan untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak melalui program SPHP jagung. Harapannya harga pakan, telur, dan daging ayam juga tetap stabil,” katanya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, Bulog memastikan stok pangan pokok tetap aman.

Selama Ramadan, harga komoditas penting seperti beras dan minyak goreng juga relatif stabil. Hal ini, menurut Bulog, merupakan hasil kerja sama berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Polri, Pemprov Jatim, serta Bulog.

Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 42 ribu ton beras program SPHP serta sekitar 9 juta liter minyak goreng Minyak Kita melalui berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar, operasi pasar murah, hingga jaringan ritel pangan.

“Untuk menghadapi Lebaran, stok pangan dipastikan aman. Stok beras nasional sekitar 1 juta ton, sementara Minyak Kita sekitar 2,1 juta liter,” pungkas Langgeng.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network