JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi tragedi memilukan. Rasmini (72), seorang nenek asal Tulungagung, harus mengembuskan napas terakhir setelah mobil yang ditumpanginya terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (26/3/2026).
Di usia senjanya, Rasmini menjadi korban dalam insiden yang diduga dipicu oleh keputusan terburu-buru di tengah padatnya arus lalu lintas. Mobil Daihatsu Ayla yang ia tumpangi bertabrakan keras dengan truk boks dari arah berlawanan.
Tak hanya merenggut nyawa Rasmini, kecelakaan ini juga meninggalkan luka bagi penumpang lainnya. Dika (24), Fajar (11), dan Neill (24) mengalami cedera dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Mereka semua diketahui merupakan warga Tulungagung.
Peristiwa bermula saat mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi AG 1181 TJ yang dikemudikan Dika melaju dari arah Gudo menuju Jombang. Saat mendekati perlintasan rel kereta api di lokasi kejadian, kendaraan melambat karena kondisi lalu lintas yang cukup padat.
Sejumlah kendaraan lain tampak berhenti, menunggu giliran untuk menyeberang jalan dengan aman. Namun, di tengah antrean tersebut, diduga pengemudi Ayla memilih mengambil celah sempit untuk lebih dulu melintas.
“Mobil sebenarnya sudah dihentikan oleh penyeberang jalan, tapi tetap saja maju hingga akhirnya tertabrak truk boks dari arah utara,” ujar Sukamto, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Dalam hitungan detik, truk boks Isuzu bernomor polisi L 8192 UP yang melaju dari arah Jombang menuju Perak menghantam bagian depan mobil. Benturan keras tak terhindarkan.
Benturan adu moncong tersebut membuat bagian depan mobil ringsek parah. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung bergegas memberikan pertolongan.
Dika, sang pengemudi, sempat terjepit di dalam kendaraan. Dengan alat seadanya dan kerja sama warga, ia akhirnya berhasil dievakuasi.
“Tadi sopirnya sempat kejepit, lalu dibantu warga untuk diselamatkan. Semua penumpang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia,” ungkap Sukamto.
Rasmini yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, sopir truk boks Eko (34), warga Sidoarjo, bersama kernetnya Ramijan (45), warga Tuban, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Jombang masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi secara utuh.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian ini, karena penyelidikan masih berlangsung,” kata Kanitgakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesabaran di jalan raya bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Satu keputusan tergesa-gesa dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
