SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Tantangan ekonomi di era digital kian kompleks dan menuntut pendekatan baru yang lebih adaptif. Menyadari hal tersebut, kalangan pengusaha, pemerintah, hingga akademisi di Sidoarjo mulai memperkuat sinergi untuk merumuskan solusi konkret yang berdampak langsung bagi perekonomian daerah.
Langkah strategis ini diwujudkan oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo melalui momentum Halal Bihalal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga difungsikan sebagai ruang dialog lintas sektor.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, perwakilan Polresta Sidoarjo, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Zaidar Rasepta, serta Komandan Kodim Sidoarjo Kolonel Czi Shobirin Setio Utomo. Selain itu, hadir pula jajaran pembina HIPMI, penasihat, hingga pimpinan perguruan tinggi di wilayah Sidoarjo.
HIPMI Sidoarjo memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Forkopimda dan akademisi untuk menghadapi tantangan ekonomi digital serta mendorong pertumbuhan inklusif di daerah. Foto ist
Ketua Panitia, Irmawati Subagio, menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika ekonomi yang terus berubah. Menurutnya, hubungan yang terjalin melalui silaturahmi harus ditingkatkan menjadi kerja sama nyata yang memberi dampak.
“Kepercayaan yang dibangun hari ini harus berlanjut menjadi kolaborasi konkret. Inilah makna dari tema Reconnect & Grow, bagaimana relasi yang ada berkembang menjadi kekuatan bersama,” ujarnya.
HIPMI Sidoarjo dalam forum ini menegaskan perannya sebagai penghubung strategis antar pemangku kepentingan. Salah satu fokus yang didorong adalah program link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha, sekaligus memperkuat posisi UMKM dalam ekosistem industri.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
