Penjualan Hilux Rangga Terdongkrak Program MBG, Armada Mampu Angkut 1.050 Porsi Makanan

Arif Ardliyanto
Toyota mengklaim Hilux Rangga meraih market share 23 persen di segmen medium pick up nasional berkat kebutuhan kendaraan MBG. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah mulai menciptakan peluang baru di sektor otomotif, khususnya kendaraan niaga. Kebutuhan distribusi makanan dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjadi pasar potensial bagi produsen kendaraan komersial.

Melihat peluang tersebut, Toyota Indonesia menghadirkan solusi kendaraan operasional yang dapat dimodifikasi khusus untuk mendukung distribusi makanan program MBG. Salah satu andalannya adalah Hilux Rangga yang kini mulai banyak dilirik sebagai armada operasional dapur MBG.

Marketing Director Toyota Indonesia, Bansar Maduma, mengatakan pertumbuhan jumlah SPPG menjadi salah satu sektor dengan perkembangan paling cepat sepanjang 2025 dan diperkirakan semakin masif pada 2026.

“Pemerintah saat ini fokus pada program makan gratis. Kami melihat ada potensi besar sehingga Toyota Indonesia ingin mendukung program pemerintah melalui penyediaan kendaraan komersial yang sesuai kebutuhan,” ujarnya saat pameran otomotif di Surabaya.


Toyota pamerkan produknya dalam acara IIMS Surabaya 2026. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Dalam ajang tersebut, Toyota menampilkan Hilux Rangga hasil kolaborasi dengan perusahaan karoseri untuk kebutuhan distribusi MBG. Kendaraan itu dirancang mampu mengangkut makanan dalam jumlah besar untuk mendukung operasional dapur gizi.

“Hilux Rangga versi MBG ini mampu membawa sekitar 1.050 tray makanan, sehingga sangat mendukung proses distribusi ke berbagai titik,” katanya.

Toyota memperkenalkan Hilux Rangga secara nasional sejak akhir 2024, termasuk di pasar Jawa Timur. Kendaraan niaga ini disebut memiliki fleksibilitas tinggi karena bisa dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Selain digunakan sebagai kendaraan distribusi MBG, Hilux Rangga juga dapat diubah menjadi campervan hingga kendaraan usaha lainnya.

“Rangga sangat fleksibel. Bisa dibuat untuk kebutuhan MBG, campervan, hingga berbagai kebutuhan usaha lainnya,” jelas Bansar.

Respons pasar terhadap kendaraan tersebut juga cukup positif. Toyota mengklaim Hilux Rangga berhasil meraih pangsa pasar lebih dari 20 persen di segmen medium pick up nasional atau sekitar 23 persen.

Khusus di Jawa Timur, Toyota mencatat pemesanan Hilux Rangga versi karoseri MBG telah melampaui 30 unit sepanjang 2026.

“Untuk Jawa Timur sendiri pemesanannya sudah lebih dari 30 unit khusus line up karoseri MBG,” ungkapnya.

Meski belum menetapkan target khusus untuk Hilux Rangga versi MBG, Toyota ingin memanfaatkan pameran otomotif di Surabaya untuk memperluas edukasi pasar terkait fleksibilitas kendaraan tersebut.

Toyota juga optimistis capaian penjualan tahun ini dapat menyamai hasil tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami mendapatkan hampir 300 SPK di Surabaya. Tahun ini targetnya minimal sama,” katanya.

Selain Hilux Rangga, Toyota turut mengandalkan sejumlah model lain seperti Toyota Kijang Innova Reborn, Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Avanza, serta Toyota Veloz Hybrid.

Toyota menilai Jawa Timur masih menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia. Kontribusi penjualan kendaraan dari wilayah ini disebut hampir mencapai 10 persen terhadap total penjualan nasional Toyota.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network