SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ambisi besar Persebaya Surabaya untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar Super League 2026/2027 tak hanya bergantung pada kualitas pemain di atas lapangan. Di balik persiapan tim, ada sosok Rachmat Irianto yang dipercaya menjadi pemimpin di ruang ganti sekaligus penjaga identitas Green Force.
Musim ini, Persebaya diperkuat kombinasi pemain senior, talenta muda, hingga deretan pemain asing. Kondisi tersebut membuat proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah peran Rachmat Irianto menjadi sangat vital.
Pemain yang akrab disapa Rian itu aktif membantu para pemain baru mengenal karakter tim, membangun komunikasi, hingga memahami kultur Persebaya yang selama ini menjadi kekuatan utama klub kebanggaan Bonek dan Bonita.
Berbekal pengalaman enam musim membela Green Force sebelum kembali ke Surabaya musim lalu, Rian memahami betul nilai-nilai yang melekat pada klub tersebut. Pengalaman itu kini ia bagikan kepada seluruh anggota tim agar proses pembentukan skuad berjalan lebih cepat.
"Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi. Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim," ujar Rian.
Putra mendiang legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, itu juga menilai keseimbangan antara pemain senior dan pemain muda menjadi modal penting untuk membangun tim yang kompetitif sepanjang musim.
Menurutnya, pemain berpengalaman memiliki tanggung jawab membimbing generasi muda agar mampu berkembang dan siap menghadapi ketatnya persaingan di level profesional.
"Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier. Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya," tuturnya.
Rian menegaskan, membangun chemistry tim bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Kekompakan harus terus dipupuk melalui komunikasi, rasa saling menghargai, dan kebersamaan, baik saat latihan maupun di luar lapangan.
Menurutnya, hubungan antarpemain yang solid akan menjadi modal penting ketika tim menghadapi tekanan selama kompetisi berlangsung.
"Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi," katanya.
Sebagai anak dari salah satu legenda terbesar Persebaya, Rachmat Irianto mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai perjuangan yang diwariskan sang ayah.
Ia ingin seluruh pemain baru memahami bahwa mengenakan jersey Persebaya bukan sekadar membela sebuah klub, tetapi juga membawa tanggung jawab terhadap sejarah panjang Green Force dan loyalitas luar biasa dari Bonek serta Bonita.
"Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya," pungkasnya.
Dengan pengalaman, jiwa kepemimpinan, dan pemahaman mendalam terhadap identitas Green Force, Rachmat Irianto kini bukan hanya menjadi gelandang andalan. Ia juga berperan sebagai perekat skuad yang menjaga kekompakan sekaligus mengawal marwah Persebaya dalam mewujudkan target bersaing di papan atas Super League 2026/2027.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
