SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persaingan di skuad Persebaya Surabaya menjelang Liga 1 musim 2026/2027 semakin ketat. Kehadiran sejumlah pemain senior dan legiun asing tak membuat talenta muda Dava Adi Putra ciut nyali. Sebaliknya, pemain Timnas Indonesia U-17 itu justru menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan kualitasnya.
Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Dava mulai mencuri perhatian setelah mendapat kesempatan rutin berlatih bersama tim utama Green Force. Baginya, setiap sesi latihan menjadi bekal penting untuk memahami kerasnya atmosfer sepak bola profesional.
"Berlatih bersama tim senior di level tertinggi menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Intensitas latihan di tim utama sangat tinggi dan agresif. Dari situ saya banyak belajar tentang tuntutan sepak bola profesional," ujar Dava usai latihan di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo.
Berlatih bersama pemain berpengalaman menjadi keuntungan tersendiri bagi Dava. Salah satu sosok yang paling sering diamatinya adalah gelandang asal Portugal, Miguel Pereira, yang dinilai memiliki kualitas teknis di atas rata-rata.
Menurut Dava, kemampuan Miguel dalam menguasai bola dan tetap tenang saat mendapat tekanan menjadi pelajaran berharga yang ingin ia tiru.
"Salah satu pemain yang paling sering saya amati saat latihan adalah Miguel. Menurut saya, dia memiliki kualitas yang sangat baik, terutama dalam penguasaan bola dan kemampuan menjaga bola saat mendapat tekanan," katanya.
Tak hanya mengasah kemampuan teknik, Dava juga mengaku banyak memperoleh pelajaran mengenai mental bertanding dan profesionalisme dari para pemain senior Persebaya.
Ia menilai kehadiran pemain berpengalaman memberi dampak positif terhadap perkembangan pemain muda karena menjadi contoh dalam membaca permainan, menjaga konsistensi, hingga membangun mental juara.
"Keberadaan pemain-pemain berpengalaman sangat penting bagi perkembangan pemain muda seperti saya. Mereka memiliki jam terbang yang tinggi dan banyak pengalaman yang bisa dipelajari, baik di dalam maupun di luar lapangan," ungkapnya.
Dukungan dari para senior pun terus mengalir. Dava mengaku sering mendapat motivasi agar tetap percaya diri dan berani menunjukkan kemampuan terbaik setiap kali dipercaya mengikuti latihan tim utama.
"Para pemain senior juga sering memberikan masukan kepada saya. Mereka selalu mengingatkan untuk terus bekerja keras, percaya diri, dan tidak malu menunjukkan kemampuan saat latihan," ujarnya.
Alumni Liga Persebaya bersama Bintang Angkasa itu menegaskan dirinya tidak ingin sekadar menjadi pelengkap latihan. Dava bertekad memanfaatkan setiap peluang yang diberikan tim pelatih demi menembus skuad utama Bajol Ijo pada musim ini.
"Setiap pemain muda tentu ingin mendapatkan kesempatan bermain. Jika kesempatan itu datang, saya ingin menunjukkan kemampuan terbaik saya dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim," tegasnya.
Di tengah ambisi Persebaya membangun tim yang kompetitif pada musim 2026/2027, kemunculan Dava Adi Putra menjadi bukti bahwa regenerasi pemain terus berjalan. Kini, pemain kelahiran 20 April 2009 tersebut berusaha membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dalam perjalanan Green Force, bukan hanya sebagai pelapis, tetapi sebagai salah satu calon bintang masa depan klub.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
