SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Legenda Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, menyoroti situasi pertandingan Indonesia menghadapi Malaysia yang berlangsung ketat. Menurut Ponaryo, salah satu hal yang perlu diantisipasi Indonesia adalah serangan yang dibangun Malaysia melalui Aiman.
Pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia masih berlangsung sengit. Setelah babak pertama berakhir dengan skor 0-0, Malaysia tercatat lebih banyak melepaskan tembakan dibandingkan Indonesia.
Berdasarkan catatan pertandingan hingga periode tersebut, Malaysia memiliki empat peluang shot, sedangkan Timnas Indonesia baru menghasilkan dua tembakan. Statistik tersebut menggambarkan tekanan yang harus dihadapi skuad Garuda, terlebih Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Tom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-34.
Ponaryo Astaman menilai kondisi tersebut membuat Indonesia harus lebih cermat dalam mengantisipasi serangan Malaysia.
“Situasi yang perlu diantisipasi adalah serangan dari Aiman. Dia menjadi salah satu pemain yang harus mendapatkan perhatian ketika Malaysia membangun serangan,” kata Ponaryo Astaman dalam analisisnya.
Setelah Tom Haye diusir keluar lapangan melalui keputusan VAR, Malaysia terlihat lebih leluasa menguasai permainan. Para pemain Negeri Jiran mampu memainkan bola dari kaki ke kaki sehingga membuat Indonesia lebih banyak berada di area pertahanan.
Aiman menjadi salah satu pemain yang pergerakannya perlu diperhatikan oleh lini belakang Indonesia. Pergerakannya dari sisi serangan Malaysia dapat membuka ruang bagi pemain lain apabila tidak segera ditutup.
Di sisi lain, Indonesia tetap memiliki peluang untuk mencetak gol meski bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Salah satu kesempatan datang melalui James. Tembakannya masih mampu diamankan kiper Malaysia.
Peluang berikutnya didapat Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia tersebut memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan ke arah gawang Malaysia. Namun, bola justru membentur tiang sehingga Indonesia gagal memecah kebuntuan.
Statistik empat tembakan Malaysia berbanding dua milik Indonesia menunjukkan bagaimana Malaysia lebih aktif menciptakan ancaman. Namun, jumlah tembakan tersebut belum mengubah papan skor karena kedua tim masih sama-sama belum mencetak gol.
Indonesia juga melakukan perubahan setelah kehilangan Tom Haye. Ivan Jenner masuk menggantikan Ragnar Oratmangun pada menit ke-40. Pergantian tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia menjaga keseimbangan permainan sekaligus meredam tekanan Malaysia.
Memasuki babak berikutnya, perhatian Indonesia tidak hanya tertuju pada upaya mencetak gol. Pertahanan juga harus mampu meredam pergerakan Aiman dan pemain Malaysia lainnya yang terus berusaha mencari ruang.
Dengan kondisi bermain 10 pemain, skuad Garuda dituntut menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain, sementara Indonesia masih memiliki peluang melalui serangan balik dan bola mati.
Skor 0-0 membuat pertandingan tetap terbuka. Indonesia harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang muncul sekaligus mengantisipasi serangan Malaysia agar tidak kehilangan poin dalam laga tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
