SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Data desil yang menjadi salah satu acuan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi warga Surabaya kembali mendapat sorotan. Pasalnya, ditemukan warga lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri dengan kondisi ekonomi rentan, tetapi justru tercatat dalam desil 9.
Temuan tersebut mencuat dalam kegiatan reses anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zurohtul Mar’ah, di RT 06 RW 9, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Jumat (2/10/2026) malam.
Ketua RW 9 Tricahyono mengungkapkan adanya warga lansia yang tinggal seorang diri dan menghadapi kondisi ekonomi memprihatinkan. Namun, berdasarkan data yang ada, warga tersebut justru masuk dalam kelompok desil 9.
“Yang jelas fenomena anomali itu terjadi di RW 9. Warga saya yang lansia tunggal itu masuk desil 9. Yang harusnya desil 1 sampai 4 itu masuk ke desil 9. Itu kan anomali, padahal kondisinya memprihatinkan,” kata Tricahyono.
Menurut Tricahyono, perbedaan antara data pemeringkatan dengan kondisi warga di lapangan perlu menjadi perhatian. Ia menilai masyarakat di tingkat lingkungan memiliki pengetahuan lebih dekat mengenai kondisi ekonomi dan sosial warga.
Karena itu, ia mendorong agar proses verifikasi data dilakukan secara lebih menyeluruh dengan melibatkan unsur masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Kalau memang data itu sudah diverifikasi RT, PKK, KSH, karang taruna dan tokoh masyarakat, tokoh agama, data yang muncul aktual saja, jangan data yang muncul berbeda dengan yang diverifikasi mereka-mereka itu,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
