SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penang, Malaysia, mulai memperkuat bidikannya ke wisatawan Indonesia, khususnya pasar Jawa Timur. Beragam wisata kuliner, heritage, budaya, kesehatan hingga destinasi alam ditawarkan untuk menarik wisatawan agar kembali menjadikan Penang sebagai pilihan liburan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Penang Roadshow di Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Penang dengan mitra perjalanan yang tergabung dalam DPD ASTINDO Jawa Timur.
Delegasi Penang dipimpin YB Wong Hon Wai, Penang State EXCO for Tourism and Creative Economy. Dalam agenda tersebut, Penang memperkenalkan sejumlah pengalaman wisata yang dinilai dapat menjadi alasan baru bagi wisatawan Indonesia untuk kembali berkunjung.
Salah satu perkembangan penting dalam roadshow tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia AirAsia dan Penang Global Tourism (PGT). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat promosi perjalanan antara Indonesia dan Penang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia Capt. Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan Penang masih memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan Indonesia karena menawarkan beragam pengalaman dalam satu perjalanan.
"Penang terus menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan Indonesia dengan menawarkan beragam pengalaman yang dapat dinikmati dalam satu perjalanan," katanya.
Menurut dia, akses menuju Penang juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia. Indonesia AirAsia saat ini melayani penerbangan langsung dari Medan, Jakarta, dan Surabaya.
Total frekuensi penerbangan langsung tersebut mencapai 36 penerbangan setiap pekan. Kondisi ini dinilai memberi pilihan lebih mudah bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjadikan Penang sebagai destinasi perjalanan.
"Dengan penerbangan langsung Indonesia AirAsia (QZ) dari Medan, Jakarta, dan Surabaya dengan total frekuensi 36 penerbangan per minggu, kami berharap semakin banyak wisatawan Indonesia dapat dengan mudah memilih Penang sebagai destinasi mereka dan menikmati semua yang ditawarkannya," ujarnya.
Achmad menambahkan, kolaborasi dengan PGT diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan destinasi Penang di Indonesia. Kerja sama tersebut juga ditujukan untuk membuka lebih banyak peluang perjalanan antara Indonesia dan Malaysia.
YB Wong Hon Wai mengatakan hubungan Indonesia dengan Penang telah berlangsung cukup lama. Mobilitas masyarakat kedua wilayah tidak hanya berkaitan dengan liburan, tetapi juga kebutuhan keluarga, bisnis dan layanan kesehatan.
"Indonesia dan Penang memiliki hubungan erat yang telah terjalin sejak lama melalui perjalanan untuk keperluan keluarga, bisnis, layanan kesehatan, dan rekreasi," ujar Wong.
Dia menyebut MoU dengan Indonesia AirAsia menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama dalam memperkenalkan berbagai cerita dan pengalaman wisata Penang kepada masyarakat Indonesia.
PGT juga ingin mendorong wisatawan yang datang ke Penang untuk keperluan medis maupun bisnis agar menyempatkan diri menikmati berbagai destinasi wisata.
"MoU ini memberi kami landasan untuk bekerja sama lebih erat dengan Indonesia AirAsia dalam memperkenalkan kisah dan pengalaman Penang kepada wisatawan Indonesia," katanya.
Menurut Wong, Penang tidak hanya menawarkan wisata perkotaan dan kuliner. Wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan heritage George Town yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO, menikmati kuliner dari tradisi Melayu, Tionghoa, India dan Peranakan, hingga mencari suasana alam yang lebih sejuk di Penang Hill.
PGT juga memperkenalkan sejumlah destinasi yang dapat menjadi pilihan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Penang. Beberapa di antaranya adalah Entopia, The Habitat Penang Hill, Fort Cornwallis, Penang State Museum, Penang Automotive Museum, Penang Ferry Museum dan Penang History Gallery.
Beragam pilihan tersebut membuka peluang bagi agen perjalanan untuk menyusun paket wisata yang lebih variatif, baik untuk keluarga, rombongan maupun wisatawan yang bepergian secara mandiri.
Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan pola perjalanan masyarakat Indonesia kini mengalami perubahan. Wisata tidak lagi semata-mata dipandang sebagai kegiatan musiman, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup.
Menurut Pauline, wisatawan semakin mencari perjalanan yang memberikan pengalaman tertentu, mulai dari kuliner, konser, olahraga hingga wellness.
"Tren ini diperkuat oleh survei Lokadata terhadap 1.300 responden, bahwa hampir sepertiga wisatawan kini bepergian demi melepaskan penat (escape & recharge) melalui aktivitas spesifik seperti konser, olahraga, wellness, atau kuliner," katanya.
Dia menambahkan, perubahan tersebut turut memengaruhi pola pengeluaran wisatawan. Sebanyak 88 persen responden dalam survei tersebut disebut bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk memperoleh pengalaman perjalanan yang dinilai lebih berkualitas dan berkesan.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi destinasi seperti Penang yang memiliki banyak pilihan aktivitas dalam satu kawasan.
Ketua DPD ASTINDO Jawa Timur Roy Oktavian Effendy menilai karakter Penang cukup sesuai dengan tren perjalanan wisatawan Indonesia, terutama masyarakat Jawa Timur yang mencari destinasi untuk perjalanan singkat.
"Penang memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur. Bukan hanya karena aksesibilitasnya yang relatif mudah, tetapi juga karena Penang menawarkan kombinasi pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata kuliner, heritage, budaya, wellness, hingga medical tourism," ujar Roy.
Wong mengatakan Penang Roadshow di Surabaya menjadi momentum untuk mengubah hubungan yang selama ini terjalin antara Penang dan Indonesia menjadi kerja sama yang lebih konkret.
"Roadshow ini merupakan kesempatan untuk mengubah hubungan erat kami dengan Indonesia menjadi kemitraan yang nyata," ujarnya.
Ke depan, Penang akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, agen perjalanan, hotel hingga penyedia layanan kesehatan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan pilihan perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia.
"Dengan bekerja sama dengan maskapai penerbangan, agen perjalanan, hotel, dan penyedia layanan kesehatan, kami dapat mengembangkan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia dan memberikan lebih banyak alasan bagi mereka untuk kembali berkunjung," katanya.
Setelah MoU ditandatangani, Indonesia AirAsia dan PGT akan membahas sejumlah kegiatan yang berpotensi dikembangkan melalui kemitraan tersebut.
PGT juga akan melanjutkan komunikasi dengan pelaku industri perjalanan di Indonesia untuk meningkatkan eksposur Penang sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dua arah antara Indonesia dan Malaysia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
