SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Mahjong, permainan asal Tiongkok telah berkembang menjadi bagian dari tradisi sosial dan budaya masyarakat. Bahkan, permainan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarkeluarga dan komunitas.
Nilai tersebut menjadi salah satu inspirasi hadirnya Titik Kumpul, sebuah Mahjong Community Space di Ruko Taman Sentra Gapura 17, G-Walk, Surabaya. Resmi dibuka pada Minggu (11/10/2026), tempat ini menawarkan ruang bermain mahjong sekaligus menjadi wadah untuk membangun koneksi dan memperluas pertemanan.
Titik Kumpul didirikan oleh empat sahabat, yakni Sherly Matandi, Lingling, Ervina, dan Lingling Maheli. Ide tersebut berawal dari kebiasaan mereka menghabiskan waktu bersama. Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa dan memiliki kesibukan sendiri, keempatnya mencari aktivitas baru yang tetap positif dan menyenangkan.
“Suatu hari kami sedang ngumpul dan bermain mahjong. Kami makin sadar kalau anak-anak sudah semakin besar dan mulai punya aktivitas sendiri. Jadi kami ingin punya aktivitas baru yang positif,” ujar salah seorang pendiri sekaligus juru bicara Titik Kumpul, Sherly Matandi.
Dari kebiasaan sederhana itu, muncul gagasan untuk menghadirkan tempat yang memungkinkan orang berkumpul dan berinteraksi secara langsung.
Nama Titik Kumpul dipilih untuk menggambarkan ruang pertemuan yang tidak hanya menyatukan orang secara fisik, tetapi juga mendorong terciptanya hubungan sosial.
Menurut Sherly, kebiasaan berkumpul yang kerap diwarnai kesibukan dengan ponsel masing-masing menjadi salah satu hal yang ingin mereka ubah. Melalui permainan mahjong, pengunjung diharapkan dapat berbincang, tertawa, dan menikmati waktu bersama tanpa terus terpaku pada layar gawai.
“Kami berharap ketika datang ke Titik Kumpul, handphone bisa ditaruh. Pemain bisa ngobrol. Jadi bukan hanya bermain, tetapi kembali membangun koneksi,” katanya.
Titik Kumpul menyasar mereka yang sudah terbiasa bermain mahjong. Pengunjung yang belum mengenal permainan ini juga dapat datang dan belajar. Para pendiri menyediakan pendamping untuk membantu pemula memahami aturan serta cara bermain.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan mahjong sebagai sarana interaksi sosial yang dapat dinikmati berbagai kalangan, bukan hanya pemain berpengalaman.
Di tengah berkembangnya tempat bermain mahjong, Titik Kumpul juga ingin membangun ekosistem komunitas yang sehat. Para pendirinya mengutamakan pengalaman bermain dan kesempatan bagi pengunjung untuk menjalin relasi.
“Kami tidak mau perang harga. Kami ingin tumbuh bersama dan membangun ekosistem dunia mahjong yang sehat,” ujar Sherly.
Ke depan, mereka berharap Titik Kumpul berkembang menjadi ruang komunitas yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
“Melalui permainan mahjong, pengunjung diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal orang baru, bertukar cerita, dan membangun pertemanan,” terangnya.
Diketahui, mahjong modern berkembang di Tiongkok pada abad ke-19. Permainan ini umumnya dimainkan oleh empat orang menggunakan kepingan atau ubin dengan berbagai simbol.
Pemain harus menyusun kombinasi kepingan untuk mencapai susunan kemenangan dengan mengandalkan strategi, pengamatan, ingatan, dan pengambilan keputusan.
Kepingan mahjong memiliki beragam simbol, seperti karakter angka, bambu, lingkaran, serta simbol kehormatan. Setiap simbol memiliki fungsi dalam permainan, sementara pemaknaan dan penggunaannya dapat berbeda menurut jenis set serta tradisi yang berkembang.
Di sejumlah komunitas Tionghoa, mahjong juga menjadi bagian dari kebiasaan berkumpul bersama keluarga dan teman, termasuk saat perayaan atau pertemuan keluarga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
