Pasien Superflu di Sidoarjo Melonjak 25 Persen, Anak-anak Mendominasi hingga Rumah Sakit Kewalahan

Pramono Putra
Pasien diduga mengalami Influenza A di wilayah pinggiran Sidoarjo meningkat 25 persen. Anak-anak mendominasi, rumah sakit siapkan bed tambahan. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Lonjakan pasien dengan gejala influenza terjadi di sejumlah wilayah pinggiran Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam sebulan terakhir, rumah sakit di beberapa kecamatan mulai menerima lebih banyak pasien yang diduga mengalami Influenza A atau yang kerap disebut superflu. Anak-anak menjadi kelompok yang banyak mendatangi fasilitas kesehatan.

Wilayah Tulangan, Krembung, Prambon, Tanggulangin, hingga Krian dilaporkan mengalami peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan mirip influenza. Kondisi ini membuat sejumlah rumah sakit harus bersiap menghadapi bertambahnya kebutuhan pemeriksaan medis dan ruang perawatan.

Salah satu rumah sakit yang merasakan peningkatan tersebut adalah RS Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo. Pasien dengan keluhan flu, demam, dan gangguan pernapasan hampir setiap hari datang ke poliklinik maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siti Fatimah Tulangan, dr. Mutiah Halida, mengatakan jumlah pasien yang datang dengan keluhan serupa influenza mencapai hampir 20 orang per hari. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan kondisi hari biasa sebelumnya.

“Jumlah itu meningkat sekitar 25 persen dibanding hari biasa sebelumnya,” kata dr. Mutiah Halida.

Pasien yang datang ke rumah sakit umumnya mengalami gejala ringan hingga sedang. Keluhan yang sering muncul antara lain pusing, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, serta demam tinggi.

Namun, sebagian pasien mengalami kondisi lebih berat, terutama ketika influenza disertai sesak napas. Pasien dengan keluhan tersebut tidak cukup hanya menjalani pemeriksaan rawat jalan dan perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sejumlah pasien bahkan harus menjalani rawat inap selama tiga hingga lima hari. Bertambahnya pasien yang membutuhkan perawatan membuat kapasitas sejumlah ruang rawat inap ikut tertekan.

“Jadi pasien yang datang ke rumah sakit kami biasa dengan gejala ringan hingga sedang,” ujar Mutiah.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network