Bukan Jakarta atau Surabaya, Lamongan Kini Punya Pusat Data Internet yang Dilirik 70 Perusahaan

Trisna Eka Adhitya
Lamongan memperkuat infrastruktur digital melalui pusat data TSN dan IIX-JI. Sekitar 70 perusahaan telah menempatkan perangkat dengan total 14 rak server. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – Infrastruktur digital di Jawa Timur mulai berkembang ke luar kawasan metropolitan. Kabupaten Lamongan kini ikut mengambil peran melalui kehadiran pusat data lokal yang digagas 13 perusahaan teknologi untuk memperkuat konektivitas internet sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan di kota-kota besar.

Pusat data yang dikelola PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN) ini menjadi salah satu upaya mendekatkan infrastruktur internet kepada pengguna. Fasilitas tersebut juga dilengkapi simpul pertukaran internet Indonesia Internet Exchange Jawa Timur (IIX-JI) yang memungkinkan pertukaran trafik ant jaringan berlangsung lebih dekat.

Selama ini, sebagian trafik internet dari daerah harus melewati pusat jaringan di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Keberadaan pusat data lokal di Lamongan diharapkan membuat pertukaran data lebih efisien, mempercepat respons jaringan, serta menekan biaya operasional penyedia jasa internet.

Direktur Utama TSN M. Syamsul Arifin menjelaskan, infrastruktur tersebut memungkinkan penyedia layanan internet saling terhubung tanpa harus selalu mengandalkan pusat jaringan di kota metropolitan.

“Dengan adanya data center di Lamongan, akses tidak perlu selalu melewati Jakarta atau Surabaya terlebih dahulu. Ini bisa membuat respons jaringan lebih cepat dan biaya operasional penyedia internet lebih efisien,” ujarnya saat peluncuran awal pusat data dan IIX-JI di Lamongan.

TSN dibentuk pada 25 Maret 2025 melalui kolaborasi 13 perusahaan teknologi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur. Para pelaku usaha tersebut berasal dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang.

Perkembangan pemanfaatan fasilitas ini mulai terlihat. Syamsul menyebut sekitar 70 perusahaan telah menempatkan perangkat di pusat data TSN dengan total 14 rak server.

Perusahaan berencana memperluas jumlah pelanggan dan mengembangkan layanan untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur digital di kawasan yang dikenal sebagai wilayah Plat S tersebut.

Keberadaan pusat data di daerah juga membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas. Selain penyedia jasa internet, instansi pemerintah dan perguruan tinggi berpotensi menggunakan infrastruktur ini untuk menunjang konektivitas serta kebutuhan layanan digital.

Ketua Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan menilai pembangunan pusat data di daerah dapat memperluas akses terhadap infrastruktur digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Menurut dia, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor teknologi informasi. Pengembangan jaringan dan telekomunikasi juga berpotensi mendorong kebutuhan tenaga kerja untuk pembangunan kabel serta infrastruktur pendukung lainnya.

Kebutuhan Pusat Data Nasional Terus Meningkat

Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, pertumbuhan ekonomi digital turut mendorong peningkatan kebutuhan pusat data di Indonesia.

Kapasitas pusat data nasional yang telah beroperasi saat ini disebut mencapai sekitar 540 megawatt (MW). Angka tersebut diproyeksikan melampaui 1.000 MW pada 2030.

Peningkatan kebutuhan itu perlu diimbangi dengan pembangunan fasilitas baru, termasuk di luar kawasan metropolitan. Penyebaran pusat data dinilai penting untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan pengolahan informasi sekaligus mendekatkan layanan kepada pengguna.

Dalam perkembangan tersebut, pusat data berskala menengah dan edge data center menjadi bagian dari alternatif pengembangan infrastruktur digital. Model ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan lokasi pengguna sehingga berpotensi mengurangi keterlambatan akses.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Arif Bachtiar menyambut kehadiran TSN sebagai perkembangan baru bagi konektivitas dan digitalisasi daerah.

“Ini tonggak baru untuk internet dan digitalisasi di Lamongan sebagai kota penyangga,” katanya.

Kehadiran pusat data TSN dan IIX-JI menambah pilihan infrastruktur digital di Jawa Timur. Ke depan, dampaknya terhadap kualitas internet dan aktivitas ekonomi daerah akan bergantung pada pertumbuhan pelanggan, pemanfaatan layanan, serta kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pemerintah.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network