SUMENEP, iNewsSurabaya.id – Kondisi kesehatan warga binaan menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Untuk mencegah gangguan kesehatan selama masa pembinaan, lapas menggandeng Puskesmas setempat menggelar pemeriksaan medis gratis bagi para penghuni.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kondisi fisik warga binaan sekaligus mendeteksi lebih dini kemungkinan penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan untuk memperoleh akses kesehatan yang layak.
Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Arjasa itu, tim medis dari Puskesmas melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kondisi fisik dasar. Warga binaan juga mendapat kesempatan berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang mereka alami.
Tak hanya pemeriksaan, petugas medis turut memberikan obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga kesehatan warga binaan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.
Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Ristanto Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh diabaikan meskipun seseorang sedang menjalani masa pidana.
“Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, tidak terkecuali warga binaan di Lapas Arjasa. Kami ingin memastikan mereka tetap memperoleh perhatian terhadap kondisi kesehatannya selama menjalani pembinaan,” ujar Ristanto.
Menurut dia, pemantauan kesehatan secara berkala diperlukan agar kondisi para penghuni dapat diketahui secara lebih dini. Dengan begitu, keluhan yang muncul tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Ristanto menilai, kerja sama dengan Puskesmas menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan medis kepada warga binaan. Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung juga memberikan ruang bagi penghuni untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Melalui sinergi dengan Puskesmas, kami berupaya melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Harapannya, jika ditemukan keluhan atau indikasi penyakit, bisa segera diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan medis,” katanya.
Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika seseorang sudah jatuh sakit. Pemeriksaan preventif perlu mendapat perhatian karena dapat membantu mengenali potensi gangguan kesehatan sebelum kondisinya memburuk.
Bagi warga binaan, kondisi tubuh yang sehat juga berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sehari-hari selama menjalani pembinaan. Karena itu, akses pemeriksaan, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan lapas yang sehat.
“Kami ingin lingkungan lapas tetap sehat, aman, dan humanis. Kesehatan warga binaan harus menjadi perhatian bersama agar mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi fisik yang terpantau,” tutur Ristanto.
Lapas Kelas III Arjasa berharap kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dapat terus mendukung pemantauan kesehatan para penghuni. Melalui pemeriksaan berkala dan penanganan yang sesuai, risiko gangguan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat ditekan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan masa pidana, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar manusia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
