SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses merebut gelar juara kategori putra Campus League Futsal Regional Surabaya 2026 setelah menundukkan Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor 2-0 pada partai final. Agresivitas sejak menit awal menjadi strategi utama yang mengantarkan tim futsal UNESA meraih kemenangan tanpa kebobolan.
Pelatih futsal putra UNESA, Ahmad Rizki, mengungkapkan timnya sengaja tampil menekan sejak awal pertandingan untuk mengantisipasi kecepatan para pemain UM. Strategi tersebut terbukti efektif karena UNESA mampu mencetak dua gol pada babak pertama sekaligus membangun keunggulan untuk mengendalikan jalannya laga.
“Karena Malang juga pemainnya punya kecepatan yang lebih bagus dari kita, makanya kita sudah siapkan strategi untuk agresivitas di awal, cari gol dulu,” kata Rizki saat konferensi pers penutupan Campus League Futsal Regional Surabaya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Selasa.
Keunggulan dua gol membuat UNESA memiliki modal penting untuk menghadapi tekanan lawan pada babak kedua. Meski pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi dan sejumlah pemain menerima kartu, tim berjuluk kampus berjaya tersebut mampu menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
Rizki mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. UNESA sempat menghadapi situasi buntu ketika UM berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, kedisiplinan pemain dalam menjaga pertahanan menjadi faktor penting yang memastikan kemenangan tetap berada di tangan UNESA.
“Alhamdulillah anak-anak di babak kedua, meskipun ada situasi deadlock juga, alhamdulillah masih diberi kemenangan dan tanpa kebobolan,” ujarnya.
Bagi Rizki, gelar juara regional Surabaya bukanlah akhir dari perjalanan tim futsal UNESA. Ia meminta para pemain merayakan kemenangan secara wajar karena tantangan berikutnya adalah menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Menurut dia, keberhasilan di regional harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas permainan. Tim pelatih pun telah menyiapkan sejumlah evaluasi, mulai dari pola serangan hingga penyelesaian akhir, agar UNESA mampu bersaing menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Salah satu fokus pembenahan adalah penerapan pola 3-1 atau sistem piramida klasik serta formasi 4-0 yang mengandalkan rotasi pemain tanpa pivot murni. Kedua pola tersebut akan terus dimatangkan sesuai kebutuhan permainan.
Selain itu, efektivitas set play dan pemanfaatan peluang dari situasi bola mati juga menjadi perhatian. Menurut Rizki, kemampuan memaksimalkan peluang kecil dapat menjadi pembeda ketika pertandingan nasional berlangsung ketat.
“Euforia cukup secukupnya saja karena target kita bukan di sini saja. Target kami untuk futsal UNESA juga di nasional harus berbicara,” tuturnya.
Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa UNESA tidak ingin hanya mengandalkan kemenangan di regional. Persiapan taktik, kedisiplinan bertahan, dan ketajaman di depan gawang menjadi pekerjaan penting untuk menjaga peluang meraih hasil maksimal pada kompetisi berikutnya.
Kapten UNESA Sebut Doa Orang Tua Jadi Kekuatan
Kapten tim futsal putra UNESA, Kalley Rayo Aidansyai, menyebut keberhasilan timnya menjadi juara tidak lepas dari dukungan orang tua. Baginya, doa keluarga menjadi salah satu sumber motivasi selama menjalani kompetisi.
“Yang pasti ke dua orang tua, karena berkat doa mereka, alhamdulillah futsal UNESA bisa juara satu di regional Surabaya,” kata Kalley.
Ia juga menilai Campus League Futsal memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di dunia olahraga. Kompetisi antarkampus tersebut bukan sekadar ajang mengejar gelar, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain untuk mengukur kemampuan dan membuka peluang menapaki karier di liga profesional.
Meski demikian, Kalley mengingatkan rekan-rekannya agar tidak larut dalam perayaan. Menurut dia, tim harus segera mengalihkan perhatian pada persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan olahraga. Sebagai mahasiswa sekaligus atlet, pemain futsal dituntut memiliki kemampuan mengatur waktu agar prestasi di lapangan tidak mengganggu tanggung jawab perkuliahan.
“Di futsal bukan hanya lari dan menendang, tetapi juga bermain menggunakan otak. Jadi, akademik tetap perlu agar seimbang,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan atlet mahasiswa tidak hanya diukur dari hasil pertandingan. Kemampuan mengambil keputusan, membaca permainan, menjaga kedisiplinan, dan menyelesaikan pendidikan juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Daftar Juara Campus League Futsal Regional Surabaya 2026
Persaingan Campus League Futsal Regional Surabaya 2026 menghasilkan daftar juara dari kategori putra dan putri. UNESA menguasai podium tertinggi kategori putra, sedangkan gelar juara kategori putri diraih Universitas Negeri Malang.
Berikut daftar lengkap juara Campus League Futsal Regional Surabaya 2026:
Kategori Putra
Juara I: Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Juara II: Universitas Negeri Malang (UM)
Juara III: Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO)
Kategori Putri
Juara I: Universitas Negeri Malang (UM)
Juara II: Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Hasil tersebut menempatkan UNESA dan UM sebagai dua kampus yang sama-sama menorehkan prestasi pada kategori putra dan putri. Bagi UNESA, kemenangan 2-0 atas UM di final putra menjadi modal penting untuk menatap persaingan nasional, dengan pembenahan taktik dan peningkatan efektivitas permainan sebagai fokus berikutnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
