SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 252 orang mendaftar sebagai calon anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur (Jatim) periode 2027–2032. Dari jumlah tersebut, 170 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan penilaian berikutnya.
Para calon akan dinilai berdasarkan gagasan yang dituangkan dalam paper, kualifikasi pendidikan, dan rekam jejak. Hasil penilaian tersebut akan menentukan 50 kandidat yang berhak melaju ke tahap wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk memperkuat peran Dewan Pendidikan sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan dan pertimbangan kebijakan pendidikan.
“Saya berharap nantinya akan terpilih orang-orang terbaik untuk bersama-sama mengabdi demi kemajuan pendidikan di Jatim,” ujar Aries, Jumat (23/10/2026).
Aries menegaskan, pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dewan Pendidikan memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap kebijakan, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Karena itu, ia berharap anggota Dewan Pendidikan periode 2027–2032 memiliki latar belakang dan kompetensi yang beragam agar mampu menjawab tantangan pendidikan, termasuk mendukung pengembangan program Jatim Cerdas.
Salah satu unsur yang dinilai penting adalah dunia usaha dan dunia industri (DUDI), terutama dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin ada unsur dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang benar-benar memahami kebutuhan lulusan SMK, sehingga bisa memberikan pertimbangan bagi pengembangan pendidikan vokasi. Kami juga berharap praktisi pendidikan ikut berkontribusi karena mereka memahami kondisi pendidikan secara langsung,” jelasnya.
Menurut Aries, keterlibatan DUDI diperlukan untuk meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja sekaligus menyesuaikan kompetensi mereka dengan perkembangan investasi di Jatim.
Selain bidang akademik dan vokasi, Dewan Pendidikan juga diharapkan memperhatikan pengembangan talenta peserta didik di bidang seni, budaya, olahraga, dan berbagai potensi lainnya.
“Dewan Pendidikan harus memiliki komposisi yang mampu melihat pendidikan secara menyeluruh. Pengembangan peserta didik bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga talenta di bidang seni, budaya, olahraga, serta potensi lainnya,” katanya.
Saat ini, panitia seleksi tengah melakukan penilaian terhadap 170 calon yang lolos administrasi. Penilaian meliputi gagasan dalam paper dengan bobot 50 persen, kualifikasi pendidikan 20 persen, dan rekam jejak 30 persen.
Melalui paper tersebut, para calon diminta memaparkan rencana kerja apabila terpilih sebagai anggota Dewan Pendidikan, sekaligus menyampaikan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di Jatim.
Hasil penilaian akan digunakan untuk menyusun peringkat dan menentukan 50 calon yang berhak mengikuti tahap wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.
Panitia seleksi melibatkan lima akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc. dari Universitas Brawijaya; Prof. Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang; Prof. Pardji, M.Pd. dari Universitas PGRI Madiun; Dr. Suko Widodo, M.Si. dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jatim; serta Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Psi. dari Universitas Negeri Surabaya.
Adapun unsur yang direncanakan mengisi Dewan Pendidikan Jatim periode 2027–2032 meliputi profesional, pakar hukum, DUDI, praktisi dan pakar pendidikan, penyelenggara pendidikan, serta perwakilan pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya, bertaraf internasional, dan keunggulan lokal.
Organisasi profesi dan organisasi sosial kemasyarakatan juga masuk dalam komposisi yang direncanakan. Berdasarkan jadwal seleksi, pemeriksaan kelengkapan administrasi berlangsung pada 17–24 Oktober 2026. Pengumuman calon yang lolos administrasi dijadwalkan pada 27 Oktober, dilanjutkan tahap wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
