get app
inews
Aa Text
Read Next : Cak Imin Didorong Pengasuh Pesantren di Surabaya untuk Pimpin PBNU

Sudirman Said Luncurkan Buku Antologi Bergerak dengan Kewajaran

Jum'at, 01 Desember 2023 | 09:58 WIB
header img
Peluncurkan buku antologi kedua Sudirman Said yang berjudul “Bergerak dengan Kewajaran” di Teater Salihara, Jakarta, pada Kamis (30/11/2023). Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsSurabaya.idSudirman Said meluncurkan buku antologi keduanya yang berjudul “Bergerak dengan Kewajaran” di Teater Salihara, Jakarta, pada Kamis (30/11/2023). Buku setebal 409 halaman ini merupakan kumpulan tulisan yang merefleksikan beragam perhatian Sudirman Said pada kehidupan publik sepanjang tahun 2016 hingga 2022.

Dalam bukunya, Sudirman Said menyoroti perilaku gaya hidup mewah yang dipertontonkan pejabat ASN dan keluarganya, atau adegan pejabat tinggi yang menjalankan bisnis sambil mengurusi tugas negara adalah sesuatu yang kerap kita lihat belakangan ini. Belum lagi praktik-praktik tidak terpuji yang dilakukan oleh para penegak hukum. 

Berbagai perilaku di atas adalah sesuatu yang di luar asas kepatutan dan kewajaran yang dilakukan oleh para pemegang amanah negeri ini ternyata juga dilakukan oleh orang-orang biasa di sekitar kita. Serangkaian peristiwa dan perilaku yang memprihatinkan tersebut seolah-olah adalah sesuatu yang ‘biasa saja’ atau ‘wajar’. 

Fenomena di atas mengusik pikiran dan batin Sudirman Said yang kemudian ia tuangkan ke dalam 60 tulisan yang ia tulis selepas pengabdiannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (2014-2016). 

Berbeda dengan buku antologi pertamanya ‘Berpihak pada Kewajaran’ yang lebih merefleksikan pemikiran dan perspektif Sudirman dari dalam struktur, buku kedua ini adalah refleksi dari keprihatinannya atas kondisi bangsa, namun juga berisi pemikiran, gagasan, dan harapan untuk kehidupan publik yang lebih baik. 

Sudirman Said mengatakan, buku yang dirangkum oleh Agus Mokamat ini terbagi dalam enam bab dengan topik yang berbeda yang diikat benang merah yaitu tujuan hidup berbangsa dan bernegara. 

Bab pertama, “Ke-Indonesia-an yang Meng-Indonesia?” berisikan tulisan yang merefleksikan keindahan Pancasila sebagai fondasi aturan main berbangsa dan bernegara. 

Bab Kedua berjudul “Kepemimpinan yang Berkewajaran?” berisi pandangan Sudirman Said mengenai peran pemimpin dalam mengangkat harkat bangsa, serta kerinduannya akan pemimpin yang mampu memicu semangat juang dan etos kerja masyarakat, meluruskan hal-hal yang melampaui batas kepatutan serta memberi arah pembangunan masa depan negeri (hal.83)

“Demokrasi yang Menyehat?’ menjadi judul bab ketiga, berisi padangan dan harapan penulis mengenai demokrasi yang seharusnya. Demokrasi yang sehat dimana rakyat menjadi subyek dan tujuan utama. 

Bab “Integritas yang Mengokoh” menegaskan bahwa bangsa ini terbangun dari integritas pribadi-pribadi masyarakatnya. 

Menurutnya, pribadi-pribadi yang keropos tak akan sanggup membangun bangsa. Sudirman melihat perlunya anak-anak muda diberi kesempatan berlatih di medan sulit untuk mempertangguh diri mereka. 

Editor : Ali Masduki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut