Selebgram Isa Zega Gugat Polda Jatim, Tak Terima Ditetapkan Tersangka, Ini Perkembangannya

SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID – Selebgram Adrena Isa Zega, yang dikenal sebagai Mami Isa atau Mami Online, resmi mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Gugatan ini diajukan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit II Ditreskrimsus Polda Jawa Timur dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Shandy Purnamasari, istri dari bos Juragan 99, Gilang Widya Pramana.
Kuasa hukum pemohon, Pitra Romadoni Nasution, menyatakan bahwa agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi. Dalam persidangan tersebut, pihak termohon (Polda Jatim) tidak menghadirkan saksi, sementara pihak pemohon menghadirkan dua saksi.
“Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin dengan agenda kesimpulan, dan putusan akan dibacakan pada sore harinya,” ujar Pitra pada Jumat (21/2/2025).
Pitra menegaskan bahwa ada beberapa kejanggalan dalam proses hukum yang menimpa kliennya. Salah satunya adalah Isa Zega yang belum pernah diperiksa oleh penyidik sebelum ditetapkan sebagai tersangka.
“Dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, seharusnya ada langkah somasi atau mediasi terlebih dahulu, bukan langsung melapor ke polisi. Kami juga sudah dua kali mengajukan restorative justice, tetapi pihak pelapor tidak hadir,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gugatan praperadilan ini bukan hanya untuk meminta penghentian perkara, tetapi juga sebagai bentuk kontrol terhadap kinerja penyidik agar lebih profesional.
Kuasa hukum lainnya, Elza Syarif, mengapresiasi hakim tunggal Ega Shaktiana yang memimpin sidang praperadilan ini. Ia menilai bahwa hakim telah mengakomodasi kepentingan semua pihak secara profesional.
“Kami meminta putusan dibacakan pada Senin karena pada Selasa sudah ada penetapan sidang di PN Kepanjen, Malang,” ujar Elza.
Dalam permohonan praperadilan ini, pemohon meminta agar penetapan tersangka terhadap Isa Zega berdasarkan Surat Ketetapan Nomor: S.Tap/28/XII/2024/Ditreskrimsus tanggal 19 Desember 2024, beserta surat-surat terkait lainnya, dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum.
Di sisi lain, Kasubdit II Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles P. Tampubolon, menegaskan bahwa pihaknya siap menghadapi praperadilan yang diajukan oleh Isa Zega.
“Saya sudah mendengar bahwa ada pengajuan praperadilan. Kami siap menghadapinya,” ujar Charles.
Sebelumnya, Polda Jatim telah resmi menahan Isa Zega setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Editor : Arif Ardliyanto