SLBN Banyuwangi Hadirkan Pendidikan Vokasional, Dukung Kemandirian Murid Disabilitas

BANYUWANGI, iNEWSSURABAYA.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meresmikan fasilitas baru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Banyuwangi pada Rabu (26/2). Pembangunan ini mencakup ruang kelas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kantin, ruang vokasional, serta selasar penghubung antar kelas.
Dengan adanya fasilitas baru ini, diharapkan proses pembelajaran bagi murid berkebutuhan khusus (ABK) dapat berlangsung lebih optimal. Aries menegaskan bahwa pendidikan bagi ABK memerlukan strategi khusus, termasuk meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya layanan pendidikan inklusif.
Tak hanya menyoroti sarana dan prasarana, Aries juga mengapresiasi pendidikan vokasional di SLBN Banyuwangi yang bertujuan membekali murid dengan keterampilan yang bermanfaat. Pendidikan vokasional ini memungkinkan murid mengembangkan minat dan bakat mereka untuk meningkatkan kemandirian dan kesiapan kerja.
"Saya sangat mengapresiasi bagaimana sekolah merancang suasana belajar yang nyaman dan fungsional. Para guru juga telah membuat media pembelajaran adaptif agar murid dapat belajar secara alamiah, bermakna, dan menyenangkan," ujarnya.
Penerapan strategi pembelajaran di SLBN Banyuwangi juga mendapat pendampingan langsung dari Perkins International, organisasi berbasis di Boston, Amerika Serikat, yang berfokus pada pendidikan anak-anak disabilitas. Selain membantu murid, organisasi ini juga meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun metode pembelajaran yang efektif bagi ABK.
Selain fasilitas baru, SLBN Banyuwangi juga menerima berbagai bantuan untuk menunjang pembelajaran, seperti: Kursi roda adaptif dari Global Village Foundation, Sepatu brace dari Steeping Stone Foundation untuk anak dengan kondisi CTEV, dan 1000 buku Braille dari Perpustakaan Braille SLBN Banyuwangi yang didistribusikan ke kabupaten sekitar
Salah satu program unggulan sekolah ini adalah vokasi kriya kayu, di mana murid ABK dilatih membuat berbagai peralatan, seperti kitchen set untuk TKLB, kursi, dan meja adaptif. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan motorik, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka.
Dalam kunjungannya, Aries juga meninjau program makan bergizi gratis, yang bertujuan memastikan nutrisi murid terpenuhi demi mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Dengan berbagai inovasi dan dukungan dari berbagai pihak, SLBN Banyuwangi terus berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif yang tidak hanya memberdayakan murid, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan produktif.
Editor : Arif Ardliyanto