Pondok Miftahus Sa'adah Jadikan Idulfitri Titik Kebangkitan Santri, Kenalkan Digital untuk Usaha

GROBOGAN, iNEWSSURABAYA.ID - Hari Raya Idulfitri 2025 menjadi momen kebangkitan bagi Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah, Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah. Para alumni pondok kini mulai mengenal konsep Santripreneur dalam mengembangkan bisnis berbasis santri, menciptakan peluang baru bagi ekonomi pesantren.
Pengenalan Santripreneur ini berlangsung dalam acara Reuni Akbar yang dihadiri ratusan alumni. Mereka bertekad untuk aktif berpartisipasi dalam program wirausaha yang akan dikembangkan oleh pondok.
"Saya ingin alumni terlibat dalam membesarkan Pondok. Pondok ini milik bersama, jangan sampai mati. Jika ini mati, kalian ikut berdosa. Ayo bangkit bersama dan berjuang untuk menghidupkan Pondok Pesantren ini," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah Wirosari, Grobogan, KH. Moch Nur Cholis M., BSA., S.Pd.I dalam sambutannya kepada para alumni dan santri.
Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren
Putra almarhum Mbah Soim Bin Ahmad ini meyakinkan para santri dan alumni bahwa kesuksesan bisa diraih dengan berbagai cara, salah satunya melalui kewirausahaan. Dengan mendalami dunia bisnis bersama, diharapkan ekonomi pesantren dan santri bisa semakin kuat.
"Yakinlah, ketika kita berusaha, jalan akan terbuka dengan sendirinya. Santri tidak boleh minder, bangun kebanggaan sebagai santri," tegasnya.
Pimpinan Redaksi (Pimpred) iNEWSSURABAYA.ID MNC Group, Arif Ardliyanto, S.Sos.I., M.I.Kom, yang turut hadir sebagai narasumber, memberikan motivasi kepada para santri tentang pentingnya beradaptasi dengan era digital.
"Ayo kita kenali dunia digital! Jangan hanya menjadi konsumen yang konsumtif, tapi jadilah insan yang produktif di bidang digital," katanya.
Arif menuturkan bahwa kejayaan Pondok Pesantren akan semakin besar jika alumni berperan aktif dalam perkembangannya. Pondok bukan hanya milik kiai atau bu nyai, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen di dalamnya.
"Saya juga seorang santri. Mari kita bersama-sama menjaga dan membesarkan pondok agar semakin jaya. Saatnya santri berdaya dengan entrepreneur, memiliki bisnis untuk kelangsungan hidup dan kemajuan pesantren," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto