Horror di Jombang! Motor Hancur Tertabrak Kereta Api, Pengendara Selamat Secara Ajaib

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID – Sebuah kecelakaan mengejutkan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat pagi (4/4/2025). Sebuah sepeda motor hancur usai tertabrak kereta api, namun secara ajaib, sang pengendara selamat tanpa luka sedikit pun.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 WIB. Sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi S 5694 XB yang dikendarai Ricky Andriyanto (28), warga setempat, ringsek parah nyaris tak berbentuk setelah dihantam Kereta Api Sancaka jurusan Surabaya–Yogyakarta.
Menurut keterangan Kasihumas Polres Jombang, AKP Kasnasin, kejadian bermula saat Ricky hendak menyeberang rel dari arah timur ke barat. Setelah menunggu satu kereta melintas, Ricky melanjutkan perjalanan tanpa mengecek arah sebaliknya.
"Korban berhenti setelah melihat kereta melintas dari barat ke timur. Namun setelah itu ia langsung menyeberang tanpa melihat ke arah timur. Di saat bersamaan, KA Sancaka melaju dari arah timur ke barat dan menabrak motornya," ungkap AKP Kasnasin.
Beruntung, Ricky sigap melompat dari motor tepat sebelum tabrakan terjadi. Aksi cepat itu menyelamatkannya dari maut. Meski motornya hancur lebur, Ricky tidak mengalami luka sama sekali.
Bangkai motor kini diamankan di Mapolsek Sumobito sebagai barang bukti. Sementara itu, Polsek Sumobito masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.
Kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi para pengendara untuk selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu dan penjaga. Pengguna jalan diimbau untuk berhenti sejenak, menengok ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara. Selamatnya Ricky Andriyanto bisa jadi keberuntungan, namun tidak semua orang akan seberuntung itu. Tetap waspada, utamakan keselamatan, dan jangan remehkan risiko di perlintasan sebidang, apalagi di jalur ganda.
Editor : Arif Ardliyanto