Jombang Jadi Pelopor Sekolah Rakyat Kemensos, Wujud Nyata Pengentasan Kemiskinan

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID – Kabupaten Jombang mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Indonesia yang siap mengimplementasikan program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan inklusif bagi anak-anak kurang mampu.
Dua lokasi strategis telah disiapkan untuk pelaksanaan program tersebut, yaitu di Denanyar dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung di Desa Mancilan. Kedua lokasi ini sudah ditinjau langsung oleh jajaran Kemensos bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Dr. Robben Rico, mengapresiasi kesiapan Jombang yang dinilai sangat progresif. Ia menyebut, Kabupaten Jombang menjadi yang tercepat dalam merespons program Sekolah Rakyat, bahkan hanya dalam waktu tiga bulan.
"Jika dirangking, Jombang ada di peringkat satu dalam mewujudkan Sekolah Rakyat. Ini luar biasa, karena sulit untuk langsung menyediakan tiga tingkatan pendidikan sekaligus—SD, SMP, dan SMA," ujarnya.
Untuk tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di gedung SKB Mojoagung sebagai lokasi sementara. Setelah pembangunan gedung utama di Desa Denanyar rampung, seluruh kegiatan akan dipindahkan ke sana.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan kesiapan daerahnya dalam memulai operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026. Ia menyampaikan bahwa seleksi peserta didik dari tingkat SD, SMP, dan SMA segera dilakukan, dengan masing-masing kecamatan mengirim tiga siswa terbaiknya.
Selain berdampak langsung pada pendidikan anak-anak dari keluarga miskin, program ini juga membuka lapangan kerja baru. Mulai dari kepala sekolah, guru, staf kebersihan, hingga juru masak akan direkrut secara bertahap.
Sekolah Rakyat dirancang menyerupai boarding school atau sekolah asrama, di mana para siswa akan mendapatkan pembelajaran dan pengasuhan yang menyeluruh, serta dievaluasi secara berkala.
Dengan program ini, Jombang tidak hanya memperkuat akses pendidikan bagi warga kurang mampu, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun masa depan yang lebih sejahtera dan inklusif.
Editor : Arif Ardliyanto