get app
inews
Aa Text
Read Next : Fenomena K-Drama dan Pembentukan Karakter Gen Z di Era Digital

Transaksi QRIS Meledak, Gen Z Ubah Cara Bayar di Indonesia

Sabtu, 19 Juli 2025 | 05:32 WIB
header img
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sebanyak 75,49 juta Gen Z atau sekitar 27,94% dari total populasi sudah aktif menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi harian. Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Generasi Z (Gen Z) kini muncul sebagai penggerak utama dalam transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sebanyak 75,49 juta Gen Z atau sekitar 27,94% dari total populasi sudah aktif menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi harian mereka.

Capaian ini menempatkan Gen Z di posisi teratas dalam penggunaan QRIS, melampaui generasi milenial yang tercatat sebanyak 69,9 juta pengguna (25,87%), generasi X sebanyak 59,12 juta (21,88%), baby boomer 31,23 juta (11,56%), serta generasi alpha dengan 29,9 juta pengguna (10,88%).

Himawan Kusprianto, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyampaikan bahwa akumulasi transaksi QRIS sejak diluncurkan pada 2020 hingga awal 2025 telah mencapai 1,02 miliar kali transaksi. Angka ini jauh melampaui volume transaksi kartu debit GPN yang hanya mencatatkan 89,06 juta transaksi dalam rentang waktu lebih panjang, yaitu sejak 2018 hingga awal 2025.

"QRIS terbukti menjadi sistem pembayaran yang paling adaptif dengan kebutuhan masyarakat digital saat ini. Terutama karena generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, begitu cepat mengadopsi teknologi ini," ungkap Himawan, Jumat (18/7/2025).

Selain populer di kalangan generasi muda, QRIS juga berperan besar dalam mendigitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Maret 2025, 93% dari total merchant QRIS berasal dari pelaku UMKM, yaitu sekitar 38,1 juta unit usaha. Rinciannya, 57,52% merupakan usaha mikro, 29,59% usaha kecil, 5,89% usaha menengah, dan hanya 3,37% usaha besar.

QRIS dinilai menjadi tulang punggung inklusi keuangan digital, memungkinkan pelaku UMKM bersaing di tengah ekosistem pembayaran yang semakin modern.

Tak hanya domestik, pemanfaatan QRIS kini telah menjangkau transaksi lintas negara (cross border payment). Melalui skema Regional Payment Connectivity, QRIS telah terkoneksi dengan sistem pembayaran di Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Lebih lanjut, kerja sama ini akan diperluas ke negara-negara lain seperti India, Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Emirat Arab, sejalan dengan visi internasional Indonesia melalui G20 dan ASEAN yang tercantum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

“QRIS tidak lagi sekadar alat pembayaran lokal, tetapi sudah menjadi bagian dari komitmen global untuk integrasi keuangan digital antarnegara,” tegas Himawan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengungkapkan rasa optimistis terhadap tren positif penggunaan QRIS. Ia menyebut, jumlah pengguna QRIS hingga awal 2025 telah mencapai 56,28 juta orang, dengan dukungan dari 38,1 juta merchant dan 2,3 juta mesin EDC (Electronic Data Capture) di seluruh Indonesia.

“Kami tidak menyangka adopsi QRIS akan tumbuh secepat ini. Ini bukti bahwa masyarakat menyambut baik sistem pembayaran digital yang mudah, aman, dan efisien,” ujar Ibrahim.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut