get app
inews
Aa Text
Read Next : Ormas Garda Satu Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Pidie Jaya

Dari Rumah Singgah hingga Desa Terisolasi, Bantuan Jangkau Penyintas Bencana Sibolga

Kamis, 01 Januari 2026 | 09:35 WIB
header img
SPS Corporate menyerahkan bantuan pada warga korban banjir dan longsor di Sibolga. Foto : Surabaya.iNews.id/ist

SIBOLGA, iNewsSurabaya.id – Bencana alam yang melanda Kota Sibolga dan sejumlah wilayah di Sumatra Utara meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat. 

Menjelang akhir 2025, banyak warga masih berjuang memulihkan kehidupan mereka di tengah kerusakan rumah, lahan pertanian, dan terhentinya aktivitas ekonomi.

Sejumlah kawasan terdampak, seperti Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Utara, masih terlihat lumpur yang belum sepenuhnya surut. Beberapa rumah mengalami kerusakan pada dinding dan perabot, sementara warga berupaya bertahan dengan kondisi seadanya.

Dalam situasi tersebut, perusahaan tisu, SPS Corporate menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah titik terdampak bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan tersebut meliputi sembako, bahan sandang, serta kebutuhan pribadi bagi warga terdampak, termasuk anak-anak dan lansia.

Di Rumah Singgah RBM Hephata, Kelurahan Angin Nauli, bantuan disalurkan kepada warga yang hingga kini belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Natal tahun ini dirayakan secara sederhana, tanpa perayaan besar, di tengah keterbatasan yang dialami para penyintas.

“Saat bencana datang, kami hanya sempat menyelamatkan diri. Banyak barang yang rusak,” ujar Daniel Simanungkalit (43), salah satu warga yang kini tinggal sementara di rumah singgah tersebut.

Menurut Daniel, bantuan yang diterima memberikan dukungan moral di tengah situasi sulit. “Natal kali ini sunyi, tapi kami merasa masih diperhatikan. Itu memberi harapan untuk menyambut tahun baru,” katanya.

Penyaluran bantuan juga dilakukan di Desa Huta Na Bolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Desa ini sempat terisolasi akibat bencana, dengan akses jalan terbatas dan aktivitas ekonomi warga yang terhenti, terutama di sektor pertanian.

Erika Simanungkalit (36), warga setempat, mengatakan kerusakan lahan pertanian membuat penghasilan warga terhenti. “Kebun rusak, sawah tertutup lumpur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berusaha bangkit,” ujarnya.

Sementara itu, di Lingkungan Aek Parira, Kelurahan Angin Nauli, bantuan disalurkan kepada warga di kawasan padat penduduk yang terdampak langsung bencana. Rumah-rumah yang berdempetan membuat warga saling berbagi ruang dan saling menguatkan menjelang pergantian tahun.

Bantuan juga disalurkan di sejumlah fasilitas keagamaan, seperti Biara Santo Dominikus Pandan dan Gereja Kalam Kudus Sibolga, yang selama masa bencana berfungsi sebagai tempat berlindung dan penguatan spiritual bagi masyarakat.

Direktur SPS Corporate Balok Purwoko menyampaikan, kehadiran perusahaan di Sibolga berangkat dari kesadaran bahwa bencana selalu menempatkan masyarakat pada situasi yang paling rapuh. 

“Dalam kondisi seperti ini, kami memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar melihat, tetapi ikut hadir dan berjalan bersama warga yang terdampak,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Menurut Balok, momentum Natal dan pergantian tahun menjadi ruang refleksi yang penting, baik bagi individu maupun institusi. Di tengah bencana, nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian justru menemukan maknanya yang paling nyata.

 “Natal mengingatkan kita untuk hadir bagi sesama, sementara tahun baru memberi harapan bahwa kehidupan dapat perlahan ditata kembali,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dan memberi jeda di tengah tekanan yang mereka alami pascabencana. Balok juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam upaya pemulihan.

"Proses bangkit dari bencana tidak selesai dalam hitungan hari. Diperlukan perhatian yang konsisten, kolaborasi berbagai pihak, serta kesediaan untuk terus mendengar kebutuhan masyarakat di lapangan," ujarnya.

Balok berharap kehadiran SPS Corporate di Sibolga dapat menjadi bagian kecil dari proses pemulihan yang lebih panjang. Ia menyampaikan harapan agar masyarakat Sibolga dapat menyongsong tahun yang baru dengan kekuatan dan keyakinan, bahwa di tengah keterbatasan. "Selalu ada ruang untuk harapan dan kebersamaan," pesannya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, per Rabu (31/12/2025) bertambah menjadi 1.154 jiwa meninggal dunia. Sedangkan jumlah warga yang masih dalam pengungsian sebanyak 378.164 jiwa. 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut