get app
inews
Aa Text
Read Next : Sempat Terganggu Akibat Genangan Air di Semarang, Jalur Kereta Api Lintas Utara Kembali Normal

Atasi Banjir, Enam Pompa Raksasa Disiapkan di Semolowaru Surabaya

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:56 WIB
header img
Lurah Kelurahan Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP, MM, memaparkan rencana pembangunan pompa air raksasa yang akan ditempatkan di Semolowaru Surabaya. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Setiap hujan deras turun, warga di kawasan Semolowaru dan sekitarnya nyaris selalu bersiaga. Genangan air kerap muncul, menghambat aktivitas, bahkan merendam akses jalan. Kini, harapan baru mulai mengemuka.

Pemerintah Kota Surabaya tengah menyiapkan enam pompa air berkapasitas besar yang rencananya ditempatkan di kawasan Kampus AWS Surabaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot untuk menekan risiko banjir yang selama ini menghantui wilayah timur Kota Pahlawan.

Tak hanya pompa, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga juga sedang menggodok pembangunan saluran air dan gorong-gorong yang akan mengalirkan limpasan air dari Sungai Semolowaru Elok menuju kawasan AWS, melewati area sekitar Gereja Bethany.

Lurah Kelurahan Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP, MM, mengatakan, pembahasan proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap teknis. Fokus utamanya adalah menentukan jalur saluran air yang paling memungkinkan untuk dilalui tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

“Rencana pembangunan saluran dari Sungai Semolowaru Elok ke kawasan AWS melalui area Gereja Bethany masih kami bahas bersama pihak Bethany. Kami mencari jalur terbaik agar pembangunan bisa berjalan aman dan efektif,” ujar Kenny.


Lurah Kelurahan Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP, MM, memaparkan rencana pembangunan pompa air raksasa yang akan ditempatkan di Semolowaru Surabaya. Foto Surabaya.iNews.id/arif

Menurutnya, di kawasan AWS nantinya akan dipasang sekitar enam pompa air berdiameter 1,2 meter. Pompa-pompa ini diharapkan mampu mempercepat pembuangan air saat hujan deras, sehingga genangan tidak lagi bertahan lama.

Kenny menegaskan, manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan warga Semolowaru. Kelurahan Nginden Jangkungan dan Semampir juga diproyeksikan ikut merasakan dampak positif, mengingat wilayah tersebut termasuk daerah dengan kontur tanah rendah.

“Selama ini kawasan kami memang menjadi titik rawan genangan. Kalau pompa dan saluran ini terbangun, dampaknya bisa dirasakan lintas kelurahan,” jelasnya.

Secara teknis, panjang saluran air yang akan dibangun diperkirakan sekitar 400 hingga 500 meter, membentang dari belakang Gereja Bethany hingga depan kawasan Universitas HWS, lalu dialirkan menuju Kali Jagir.

Kenny berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera mencapai kesepakatan agar rencana ini tak berhenti di atas kertas.

“Kami berharap pembahasan bisa segera tuntas sehingga pembangunan dapat mulai direalisasikan pada 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur Rasiyo mengingatkan bahwa setiap pembangunan infrastruktur harus melalui tahapan perencanaan dan mekanisme resmi pemerintah.

“Semua usulan pembangunan wajib melalui musrenbang dan pembahasan di tingkat kota. Jika itu menjadi kewenangan provinsi dan dirasa berat bagi kota, maka bisa diusulkan ke provinsi,” terang Rasiyo.

Ia menambahkan, usulan yang diajukan tahun ini akan masuk dalam perencanaan tahun berikutnya. Artinya, rencana pembangunan yang diusulkan pada 2026 baru bisa direalisasikan melalui penganggaran tahun 2027.

Meski begitu, bagi warga Semolowaru dan sekitarnya, wacana ini sudah menjadi secercah harapan—bahwa suatu hari, hujan deras tak lagi identik dengan banjir dan keresahan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut