get app
inews
Aa Text
Read Next : ETF Emas Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan, Ini Keunggulan yang Bikin Investor Makin Untung

Harga Emas Terus Naik, Pegadaian Area Surabaya 1 Bidik OSL Rp3,6 Triliun di 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 10:59 WIB
header img
Kenaikan harga emas global mendorong optimisme Pegadaian Area Surabaya 1. Tahun 2026, perusahaan menargetkan Outstanding Loan mencapai Rp3,6 triliun. Foto Surabaya.iNews.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kilau emas kembali memikat perhatian masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik yang belum mereda, logam mulia justru tampil sebagai primadona baru. Harga emas dunia terus menunjukkan tren naik dan diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga enam bulan ke depan.

Kondisi ini tidak luput dari perhatian PT Pegadaian, perusahaan gadai milik negara yang selama ini dikenal dekat dengan kebutuhan masyarakat. Di Surabaya, optimisme itu diterjemahkan ke dalam target besar. Pegadaian Area Surabaya 1 mematok Outstanding Loan (OSL) sebesar Rp3,6 triliun pada tahun 2026, naik signifikan dibanding capaian tahun sebelumnya.

Target tersebut bukan sekadar angka. Sepanjang 2025, Pegadaian Area Surabaya 1 mencatatkan kinerja impresif. Hingga 31 Desember 2025, total OSL berhasil menembus Rp2,7 triliun, tumbuh 50,74 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp1,8 triliun.

Kepala Departemen Pegadaian Area Surabaya 1, Adi Prasetyo, menyebut capaian itu menjadi fondasi kuat untuk menatap 2026 dengan penuh keyakinan.

“Pertumbuhan lebih dari 50 persen di 2025 menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Ini menjadi modal utama kami untuk mengejar target OSL Rp3,6 triliun di 2026,” ujar Adi.

Selama ini, bisnis inti gadai masih menjadi tulang punggung Pegadaian. Namun, satu sektor mulai mencuri perhatian: bisnis emas. Di tengah tren kenaikan harga, emas justru menjelma menjadi motor baru pertumbuhan.

Pada 2025, bisnis emas Pegadaian Area Surabaya 1 mencatat lonjakan luar biasa hingga 286,68 persen. Nilai OSL emas mencapai sekitar Rp260 miliar, melonjak tajam dibandingkan 2024 yang masih berada di kisaran Rp67 miliar.

“Lebih dari 95 persen OSL Pegadaian saat ini berasal dari produk berbasis emas. Ini mencerminkan keyakinan masyarakat bahwa emas adalah instrumen yang aman dan stabil,” jelas Adi.

Tren positif tersebut diperkuat oleh kondisi eksternal. Sepanjang 2025, harga emas global tercatat melonjak lebih dari 65 persen dan kenaikannya masih berlanjut hingga awal 2026. Bahkan, sejumlah analis memprediksi harga emas berpotensi menembus Rp4 juta per gram.

“Awal 2026 harga emas masih terus melambung. Prediksi pasar cukup optimistis, dan ini tentu menjadi peluang besar bagi Pegadaian untuk terus bertumbuh,” katanya.

Adi juga menyoroti situasi geopolitik dunia yang belum stabil. Konflik antarnegara dan ketegangan internasional mendorong masyarakat global mencari aset lindung nilai atau safe haven, di mana emas menjadi pilihan utama.

“Dalam kondisi penuh ketidakpastian, emas selalu menjadi tempat berlindung. Permintaan meningkat, harga terdorong naik, dan ini berdampak langsung pada kinerja bisnis kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Adi mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan aset jangka panjang.

“Jangan hanya menyimpan uang tunai. Emas bisa menjadi alternatif yang aman dan bernilai dalam jangka panjang, terutama di tengah situasi ekonomi global seperti sekarang,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut