Band Asal Surabaya ini Hadirkan Warna Baru di Skena Pop Punk
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Band pop punk alternatif asal Surabaya, National Boulevard, resmi merilis single debut berjudul Emptiness sebagai penanda awal perjalanan musikal mereka.
Grup yang terbentuk pada periode 2024–2025 ini hadir dengan semangat baru dalam meramaikan skena musik independen.
National Boulevard digawangi oleh Dimas, Baim, Ichas, Azzam, dan Ucup. Mereka mengusung filosofi sederhana. Yakni, menyatukan, menghangatkan, dan merekatkan, sebagai fondasi konsistensi dalam berkarya secara kolektif sekaligus melawan stagnasi bermusik.
Azzam, bassist National Boulevard, menceritakan pengalaman mereka saat tampil di sebuah event musik. “Kemarin kami perform di Jakcloth, rasanya para pengunjung menikmati musik kami. Serasa dunia milik kami,” ujar Azzam, Rabu (11/2/2026).
Single Emptiness berkisah tentang kecerobohan seorang teman yang hampir menyeret mereka ke dalam situasi penuh masalah. Dalam pernyataan resminya, para personel menyebut lagu ini dikemas dengan nuansa pop punk klasik era awal 2000-an.
Lagu tersebut juga mengangkat realita sosial tentang kebohongan demi validasi, baik dalam relasi personal maupun lingkungan yang lebih luas. Bagi National Boulevard, musik merupakan ruang kebebasan untuk menyampaikan kejujuran, bukan sekadar mencari pengakuan.
“Kami tidak menawarkan kesempurnaan, hanya kejujuran dan energi yang kami yakini,” tegas para personel. Aransemen pop punk yang enerjik dengan lirik lugas merefleksikan rasa kosong yang muncul dari hubungan tanpa kejujuran.
Terinspirasi dari Blink-182 dan The Story So Far, mereka memadukan riff gitar catchy, bass yang dalam, drum enerjik, serta vokal emosional untuk membentuk karakter musik yang mudah dinikmati.
Single Emptiness dirilis di bawah naungan Siderise Records dan kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Lagu ini menjadi langkah awal National Boulevard dalam memperkenalkan identitas musikal mereka sekaligus membuka perjalanan kreatif yang lebih luas ke depan.
Editor : Arif Ardliyanto