Jawab Tantangan Era Digital, Kampus Surabaya Hadirkan Kurikulum Berbasis Pengalaman Kerja Nyata
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sebuah kampus di Surabaya timur menegaskan komitmennya sebagai kampus inovatif dan berdampak dengan meluncurkan kurikulum revolusioner bertajuk “Undika X-CEL (Excellence through Career & Experiential Learning) 3+1”.
Program ini secara resmi diperkenalkan pada Kamis (12/02/2026) di Ruang Laksda Mardiono, Gedung Universitas Dinamika, dan menjadi terobosan nyata dalam menjawab tantangan kesiapan kerja lulusan di era ekonomi digital.
Mengusung filosofi “3 Years of Growth, 1 Year of Impact”, Undika X-CEL dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara profesional. Selama tiga tahun pertama, mahasiswa memperkuat fondasi keilmuan dan keterampilan di bangku kuliah.
Pada tahun keempat, mereka terjun langsung selama satu tahun penuh ke dunia industri, bisnis, riset, sosial, maupun global, sebuah pengalaman kerja nyata yang diakui setara 40 SKS.
Rektor Universitas Dinamika, Budi Jatmiko, menegaskan bahwa program ini merupakan lompatan besar dalam dunia pendidikan tinggi.
“Mahasiswa Undika tidak lagi sekadar belajar teori. Mereka kami siapkan untuk menciptakan dampak nyata sejak masih kuliah. Lulus dari Undika berarti siap kerja, siap berkarya, dan siap memimpin,” ujarnya.
Berbeda dari program magang konvensional yang berdurasi singkat, Undika X-CEL 3+1 memberikan kesempatan satu tahun penuh melalui lima jalur ekselensi (Excellence Streams).
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Anjik Sukmaaji, menekankan bahwa Undika X-CEL menghapus sekat antara dunia kampus dan dunia kerja.
“Mahasiswa kami lulus dengan ijazah di satu tangan dan portofolio profesional satu tahun di tangan lainnya. Ini bukan simulasi, melainkan pengalaman kerja riil yang sangat dihargai industri,” ungkapnya.
Peluncuran Undika X-CEL juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Dinamika dan puluhan perusahaan mitra, serta pemberangkatan mahasiswa magang yang telah diterima di lebih dari 20 perusahaan ternama.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang magang, tetapi tentang menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berkelanjutan,” tambah Anjik.
Editor : Arif Ardliyanto