get app
inews
Aa Text
Read Next : Rahasia Investasi Aman Terungkap, Diklaim Bisa Beli Masa Depan dengan Harga Sekarang

Kelola Emas 136 Ton, Laba Pegadaian Capai Rp8,34 Triliun di 2025, Ini Catatan Bisnis yang Melonjak

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:42 WIB
header img
Pegadaian mencatat laba Rp8,34 triliun sepanjang 2025 dengan total kelolaan emas mencapai 136 ton. Simak strategi penguatan ekosistem Bank Emas dan layanan digitalnya. Foto ist

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Di tengah dinamika ekonomi global, PT Pegadaian membukukan kinerja impresif sepanjang 2025. Perusahaan pembiayaan berbasis gadai dan emas ini mencetak laba bersih Rp8,34 triliun, melonjak 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,85 triliun.

Namun di balik deretan angka tersebut, ada cerita lebih besar: bagaimana emas semakin menjadi sandaran masyarakat dalam mengelola keuangan, dari kebutuhan dana cepat hingga investasi jangka panjang.

Sepanjang 2025, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian mencapai 136 ton. Angka ini mencakup portofolio agunan emas pada produk gadai serta layanan Bank Emas yang terus berkembang.

Bagi banyak keluarga, emas bukan sekadar logam mulia, tetapi simbol rasa aman. Ketika kebutuhan mendesak datang, emas bisa digadaikan tanpa harus kehilangan kepemilikan. Saat kondisi membaik, emas kembali ke tangan pemiliknya. Pola inilah yang membuat produk gadai tetap relevan dan inklusif.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebut capaian ini sebagai buah dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perusahaan.

“Kepercayaan nasabah menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik, khususnya dalam pengelolaan dan investasi emas,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, aset Pegadaian pada 2025 tercatat Rp151,7 triliun atau tumbuh 47,8 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp102,6 triliun. Outstanding Loan (OSL) Gross juga naik signifikan menjadi Rp126 triliun dari Rp85,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut mendorong Return on Asset (ROA) meningkat menjadi 6,7 persen dan Return on Equity (ROE) mencapai 21,73 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil ditekan dari 0,63 persen menjadi 0,38 persen—indikasi bahwa kualitas pembiayaan semakin sehat dan terkelola baik.

Hingga 31 Desember 2025, total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton. Rinciannya: Tabungan Emas: 17,1 ton, Deposito Emas: 2,18 ton dan Cicil Emas: 10,3 ton

Skema ini memungkinkan masyarakat mengelola emas secara fisik maupun digital. Mulai dari menabung emas sedikit demi sedikit, mencicil untuk kepemilikan, hingga memanfaatkan emas sebagai instrumen produktif bagi pelaku usaha.

Bagi UMKM, akses pinjaman mikro berbasis emas juga menjadi alternatif permodalan yang relatif aman dan terjangkau.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, optimistis 2026 tetap menjadi tahun pertumbuhan, meski tantangan global masih membayangi.

Salah satu motor penggerak kinerja ke depan adalah optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!. Aplikasi ini dirancang sebagai pintu masuk seluruh layanan Pegadaian—baik konvensional maupun syariah—dalam satu genggaman, lintas generasi dari baby boomer hingga Gen Z.

Selain itu, penguatan ekosistem emas syariah juga mendapat dorongan dengan terbitnya Fatwa DSN-MUI No.166 Tahun 2026 tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah. Fatwa ini menjadi landasan normatif bagi industri bulion agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah.

Saat ini, produk seperti Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas telah memenuhi ketentuan syariah, memperluas pilihan masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai prinsip agama.

Memasuki satu tahun perjalanan layanan Bank Emas pada 26 Februari mendatang, Pegadaian menegaskan visinya sebagai pemimpin ekosistem emas dan inklusi pertumbuhan digital.

Di tengah ketidakpastian global, emas kembali membuktikan diri sebagai instrumen lindung nilai yang diminati. Lonjakan kelolaan hingga 136 ton menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola aset secara bijak.

Pegadaian pun berupaya hadir bukan sekadar sebagai lembaga pembiayaan, melainkan mitra dalam perencanaan keuangan—membantu masyarakat menjaga nilai aset, membuka akses modal, sekaligus membangun masa depan yang lebih stabil melalui emas.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut