Kisah Lapangan Pelem Watu, dari Latihan Sederhana Menuju Mimpi Besar Anak Gresik Jadi Profesional
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas anak-anak di era digital, sekelompok bocah di Kabupaten Gresik justru memilih menghabiskan waktu mereka di lapangan hijau. Berlari, menendang bola, dan tertawa bersama, mereka menapaki mimpi yang sama: menjadi pesepak bola profesional.
Mimpi itu tumbuh di Sekolah Sepak Bola (SSB) Setya Bhakti, yang kini menjadi wadah pembinaan talenta muda di Gresik. Bertempat di Lapangan Pelem Watu, setiap sore lapangan ini dipenuhi semangat anak-anak dari berbagai kelompok usia, mulai 10 hingga 15 tahun.
Di bawah arahan pelatih, mereka tak sekadar berlatih menggiring bola. Setiap sentuhan kaki, setiap umpan, hingga setiap tendangan ke gawang menjadi bagian dari proses panjang pembentukan karakter.

Pengurus SSB Setya Bhakti, Efendi Purno, menegaskan bahwa pembinaan sejak dini bukan hanya soal mencetak pemain hebat, tetapi juga membangun pondasi masa depan.
“Anak-anak ini punya mimpi besar. Kami ingin memberikan ruang agar mereka bisa berkembang sejak dini, tidak hanya dari sisi teknik, tapi juga mental dan sikap,” ujarnya.
Latihan yang dijalani para siswa dirancang terarah. Mulai dari teknik dasar seperti passing, dribbling, hingga shooting, semuanya diajarkan secara bertahap. Namun bagi pelatih Suloko, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar kemampuan bermain bola.
“Sepak bola itu soal kerja sama dan disiplin. Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan mental yang kuat, saling menghargai, dan punya semangat pantang menyerah,” kata dia.
Di antara deretan siswa, Adi Setyawan menjadi salah satu yang paling antusias. Dengan wajah penuh semangat, ia mengaku selalu menantikan waktu latihan.
“Saya senang latihan di sini. Ingin jadi pemain hebat dan bisa membanggakan orang tua,” ucapnya polos.
Bagi orang tua, kehadiran SSB Setya Bhakti bukan sekadar tempat latihan, tetapi juga ruang tumbuh yang positif. Muslik, salah satu wali murid, melihat perubahan besar pada anaknya sejak bergabung.
“Anak jadi lebih disiplin, lebih semangat. Daripada hanya bermain gadget, di sini mereka punya kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.
Perlahan namun pasti, SSB Setya Bhakti terus menanamkan harapan di setiap langkah kecil para siswanya. Dari lapangan sederhana di Gresik, mimpi-mimpi besar itu mulai dibangun—dengan keringat, semangat, dan keyakinan.
Ke depan, pembinaan yang konsisten diharapkan mampu melahirkan generasi pesepak bola muda berbakat yang tidak hanya bersinar di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus panggung nasional.
Editor : Arif Ardliyanto