Drama Menit Akhir di Liga TopSkor KU-16 Surabaya, Gol Salomo Selamatkan Diklat Putra Bangsa
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Atmosfer panas langsung terasa dalam lanjutan Liga TopSkor KU-16 Surabaya. Tiga pertandingan yang digelar tak hanya menyuguhkan persaingan ketat, tetapi juga cerita penuh emosi—dari dominasi permainan, hujan gol, hingga drama penentuan di detik akhir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi pertandingan sudah tinggi. Para pemain muda tampil tanpa beban, namun penuh ambisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
Laga pembuka mempertemukan Deltras Academy dengan FFA. Pertandingan ini menjadi panggung bagi FFA yang tampil lebih tajam dan efektif. Serangan cepat yang mereka bangun sejak awal berhasil menembus lini pertahanan Deltras. Hasilnya, FFA mengunci kemenangan dengan skor 3-1, meninggalkan Deltras yang harus mengevaluasi koordinasi lini belakangnya.
Pertandingan kedua tak kalah seru. El Kisi berhadapan dengan Gufa dalam duel yang sarat adu taktik. Gufa tampil solid dengan permainan kolektif yang rapi dan disiplin. Mereka mampu mengendalikan ritme pertandingan hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1. Konsistensi permainan menjadi kunci keberhasilan Gufa meraih poin penuh.
Namun, sorotan utama justru hadir di pertandingan ketiga antara Bina Mandiri dan Diklat Putra Bangsa. Laga ini menyuguhkan drama yang membuat penonton terpaku hingga menit akhir.
Bina Mandiri sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dulu. Permainan mereka terlihat terorganisir dan percaya diri untuk mengamankan kemenangan. Waktu terus berjalan, dan kemenangan seolah sudah di depan mata.
Namun, situasi berubah drastis di menit-menit akhir. Diklat Putra Bangsa menunjukkan mental pantang menyerah. Di tengah tekanan dan waktu yang semakin menipis, mereka justru menemukan momentum.
Sosok penentu datang dari Salomo, striker muda asal Maluku yang tampil sebagai pahlawan. Dengan ketenangan dan insting tajam, ia berhasil mencetak gol penyeimbang yang menggagalkan kemenangan Bina Mandiri. Gol tersebut tak hanya menyelamatkan tim, tetapi juga menegaskan kualitasnya sebagai pemain yang patut diperhitungkan.
Menariknya, Salomo memiliki kedekatan emosional dengan dunia sepak bola Surabaya. Ia diketahui memiliki hubungan keluarga dengan mantan pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kayame—sebuah latar belakang yang menambah warna dalam perjalanan kariernya.
Pelatih sekaligus manajer Diklat Putra Bangsa, Ferry Riski, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai anak asuhnya menunjukkan karakter kuat hingga detik terakhir.
“Anak-anak bermain dengan hati. Meski tertinggal dan waktu hampir habis, mereka tidak kehilangan fokus. Ini poin penting yang terasa seperti kemenangan,” ujarnya.
Sebaliknya, kekecewaan tampak dari kubu Bina Mandiri. Pelatih Apris menilai timnya kehilangan konsentrasi di saat krusial.
“Kami sebenarnya sudah menguasai pertandingan. Tapi di menit akhir, fokus hilang dan itu jadi pelajaran besar bagi kami,” tegasnya.
Hasil pertandingan ini membuat peta persaingan Liga TopSkor KU-16 Surabaya semakin terbuka. Setiap tim menunjukkan potensi sekaligus kejutan yang bisa muncul kapan saja.
Dengan performa para pemain muda yang terus berkembang dan mental bertanding yang semakin terasah, kompetisi ini dipastikan akan menghadirkan lebih banyak drama dan cerita menarik di pekan-pekan selanjutnya.
Editor: Arif Ardliyanto