Guru Bisa Buat Bank Soal dengan AI, Ini Cara Baru yang Bisa Diterapkan di Dunia Pendidikan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi digital. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menghadirkan inovasi terbaru melalui platform pendidikan Exzamid dengan fitur Asisten AI yang dirancang untuk membantu meningkatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa.
Tim peneliti yang terdiri dari Akhmad Alimudin dan Widi Sarinastiti mengembangkan fitur berbasis kecerdasan buatan tersebut untuk mendukung proses evaluasi belajar sekaligus memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih akurat.
Sebelumnya, Exzamid dikenal sebagai platform yang mampu mendeteksi kecurangan saat ujian online secara real time. Kini, platform tersebut diperkuat dengan teknologi AI yang mampu membantu guru menyusun bank soal hingga menganalisis kelemahan dan kekuatan siswa berdasarkan hasil pengerjaan soal.
Pengembangan fitur terbaru Exzamid menjadi jawaban atas tantangan para guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA yang mulai diterapkan sejak 2025. Selama pelaksanaannya, banyak sekolah dinilai masih menghadapi kendala dalam meningkatkan capaian akademik siswa secara maksimal.
Akhmad Alimudin menjelaskan, fitur AI pada Exzamid memungkinkan guru lebih mudah membuat soal latihan yang terstruktur sesuai topik dan sub-topik pembelajaran.
“Peran guru di sini tetap penting sebagai pengarah AI. Guru memasukkan topik dan sub-topik agar soal yang dihasilkan lebih tepat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum diberikan kepada siswa,” ujarnya saat kegiatan uji coba di SMK Muhammadiyah 1 Taman.
Riset tersebut juga memperoleh pendanaan melalui program Pengujian Model dan Prototipe dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.
Tak hanya untuk guru, Exzamid juga menyediakan dashboard khusus siswa. Melalui fitur tersebut, siswa dapat mengetahui hasil analisis kemampuan mereka setelah mengerjakan latihan soal di aplikasi.
“Setelah drilling soal, siswa bisa mengetahui materi mana yang masih lemah dan mana yang sudah dikuasai. Jadi proses belajar menjadi lebih fokus,” tambah Akhmad.
Dalam kegiatan uji coba tersebut, sebanyak 30 guru SMK dari berbagai jurusan turut dilibatkan untuk mencoba langsung fitur Asisten AI Exzamid.
Widi Sarinastiti menambahkan, sistem diagnostik pada Exzamid bekerja melalui penandaan topik dan sub-topik soal yang dibuat guru. Dengan metode itu, hasil ujian siswa dapat dianalisis lebih detail berdasarkan kompetensi tertentu.
“Guru maupun siswa jadi lebih memahami kekurangan masing-masing. Dengan begitu, kegiatan belajar di kelas bisa lebih terarah dan diharapkan mampu meningkatkan hasil TKA,” jelasnya.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari peserta uji coba. Salah satunya datang dari Anis Sudariyaningsih, guru jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, yang mengaku terbantu dengan fitur pengembangan bank soal berbasis AI.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat mempermudah guru dalam menyiapkan materi latihan yang lebih efektif dan terukur. Ia juga memberikan masukan agar ke depan Exzamid menambahkan fitur pengerjaan kolom neraca khusus untuk siswa jurusan akuntansi.
Sebagai platform teknologi pendidikan, Exzamid diharapkan mampu menjadi solusi pembelajaran modern yang lebih adaptif, terukur, dan akuntabel bagi sekolah di Indonesia.
Menariknya, platform ini juga membuka akses gratis bagi para guru di seluruh Indonesia untuk mencoba berbagai fitur unggulan Exzamid menggunakan email belajarid hingga Agustus 2026.
Editor : Arif Ardliyanto