get app
inews
Aa Text
Read Next : Dukung Konektivitas Nasional, Jatim Perkuat Ekosistem Logistik Terpadu

Rawon, Kuliner Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:58 WIB
header img
Grand Whiz Praxis menghdirkan rawon sebagai sajian favorit tamu hotel. Foto : Andika.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangkuk rawon bukan sekadar hidangan berkuah hitam khas Jawa Timur (Jatim). Di balik aroma rempah yang kuat dan kuah pekatnya, rawon menyimpan cerita panjang tentang kekayaan kuliner Nusantara yang tetap bertahan di tengah modernisasi zaman.

Aroma kluwek langsung tercium saat kuah hangat rawon tersaji di atas meja. Cita rasa gurih dari kaldu sapi yang dimasak berjam-jam berpadu dengan racikan bawang merah, bawang putih, serai, daun jeruk, dan ketumbar. Perpaduan rempah tersebut menciptakan karakter rasa yang khas, kuat, dan sulit tergantikan oleh kuliner lain.

Warna hitam pekat pada kuah rawon justru menjadi daya tarik utamanya. Kluwek sebagai bahan utama menghadirkan cita rasa earthy yang autentik sekaligus menciptakan tampilan eksotis yang dikenal hingga mancanegara. Tak sedikit wisatawan asing menyebut rawon sebagai “black soup” karena tampilannya yang unik dan berbeda dari sup pada umumnya.

Kenikmatan rawon semakin lengkap saat disantap bersama nasi hangat, tauge pendek, telur asin, sambal, dan kerupuk udang. Potongan daging sapi yang empuk dan kaya bumbu membuat setiap suapan menghadirkan sensasi gurih dan hangat yang khas.

Di Surabaya, rawon menjadi salah satu kuliner favorit yang banyak diburu wisatawan maupun tamu hotel. Melihat tingginya minat terhadap kuliner khas daerah, Grand Whiz Praxis Hotel Surabaya turut menghadirkan sajian rawon sebagai bagian dari pengalaman kuliner bagi para tamu.

General Manager Grand Whiz Praxis Hotel Surabaya, Arif Perdana, mengatakan kuliner tradisional seperti rawon memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan cita rasa lokal yang autentik.

“Rawon selalu menjadi salah satu menu yang diminati tamu, terutama wisatawan luar daerah yang ingin menikmati kuliner khas Jatim,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Arif, tren wisata kuliner di Surabaya terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata dan perhotelan. Tingkat hunian hotel pun menunjukkan tren positif dengan rata-rata okupansi mencapai 80 persen sepanjang 2026 dan meningkat hingga di atas 90 persen saat akhir pekan.

Selain menghadirkan pengalaman kuliner khas Nusantara, Grand Whiz Praxis Hotel Surabaya juga terus melakukan pengembangan fasilitas. Dalam waktu dekat, hotel tersebut berencana menambah fasilitas kolam renang, pusat kebugaran (gym), dan spa guna meningkatkan kenyamanan tamu.

Menyambut libur sekolah akhir Juni hingga awal Juli, pihak hotel juga menyiapkan promo keluarga melalui kamar Premiere berkapasitas tiga orang yang dilengkapi hadiah untuk anak serta dekorasi kamar bertema camping.

Namun, di tengah berbagai inovasi dan fasilitas modern, semangkuk rawon tetap menjadi sajian sederhana yang memiliki tempat istimewa di hati para penikmat kuliner. Dari kuah hitamnya yang khas hingga aroma rempah yang menggoda, rawon seolah menjadi pengingat bahwa kekayaan rasa Indonesia selalu memiliki cerita untuk dinikmati.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut