Surabaya Jadi Panggung Kreator Digital, Anak Muda Bisa Dapat Cuan di Live Streaming, Begini Caranya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia kerja digital di Indonesia terus bergerak cepat. Jika dulu siaran langsung atau live streaming identik dengan hiburan semata, kini aktivitas tersebut berubah menjadi ladang penghasilan baru bagi banyak anak muda.
Fenomena itu terlihat dalam gelaran “Superstar Livestreamer Award 2026” yang berlangsung di Surabaya. Acara yang digelar di Surabaya Suites Hotel tersebut menjadi panggung bagi para kreator digital dan livestreamer muda yang mulai menjadikan live commerce sebagai profesi menjanjikan.
Di balik gemerlap lampu studio dan layar ponsel, ada cerita perjuangan generasi muda yang berusaha membangun masa depan lewat dunia digital. Mereka tidak hanya tampil menghibur, tetapi juga belajar memasarkan produk, membangun personal branding, hingga memahami strategi bisnis online.
CEO Superstar Agency, Andri Firmansyah, mengatakan perkembangan industri live streaming dan TikTok Affiliate di Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat seiring meningkatnya budaya belanja digital masyarakat.
Menurutnya, live commerce kini bukan sekadar tren media sosial, melainkan sudah berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif nasional.
“Industri live commerce di Indonesia saat ini memasuki babak baru. Kami tidak hanya mengelola talenta, tetapi juga membangun ekosistem kreator lokal agar mampu bersaing dan berkembang secara profesional,” ujar Andri Firmansyah.
Ia menjelaskan, kreator digital saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pelaku usaha mandiri. Melalui siaran langsung, para kreator dapat memperoleh penghasilan dari promosi produk, komisi penjualan affiliate, hingga kerja sama dengan berbagai brand nasional.
Ajang Superstar Livestreamer Award 2026 sendiri diawali dengan sesi pre-nomination pada 14 Mei 2026 yang diikuti ratusan kreator TikTok Affiliate dari berbagai daerah di Indonesia. Dari ribuan pendaftar, sebanyak 500 peserta terpilih mengikuti sesi edukasi seputar strategi live commerce, cara membaca algoritma platform digital, hingga teknik membangun citra diri di media sosial.
Tak berhenti di situ, para peserta terbaik juga mengikuti Bootcamp Livestreamer yang berlangsung pada 17 hingga 20 Mei 2026 di Hotel Excotel Surabaya. Sebanyak 50 kreator terpilih mendapatkan pelatihan intensif mulai dari teknik komunikasi dengan audiens, strategi pemasaran produk, hingga praktik siaran langsung di studio profesional.
Program tersebut turut melibatkan berbagai perusahaan dan brand nasional yang menyediakan produk untuk simulasi penjualan digital. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa industri live commerce mulai menjadi bagian penting dalam rantai perdagangan digital di Indonesia.
Salah satu kisah menarik datang dari Evifa Halimantussya Diyah (29), peserta asal Sidoarjo yang berhasil meraih penghargaan Most Consistent Livestreamer Award.
Evifa mengaku awalnya hanya mencoba dunia livestreaming sebagai aktivitas sampingan. Namun dalam waktu satu tahun setelah mengikuti pelatihan, profesi tersebut justru menjadi sumber penghasilan utama baginya.
“Sekarang saya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp5 juta sampai Rp7 juta setiap bulan,” ungkap Evifa.
Bagi banyak anak muda, kisah seperti Evifa menjadi bukti bahwa dunia digital membuka peluang baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Dengan bermodalkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan konsistensi, mereka kini mampu membangun karier dari layar ponsel.
Pengamat ekonomi digital menilai perkembangan live commerce menjadi tanda perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada transaksi interaktif berbasis media sosial. Model bisnis ini dinilai mampu membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan penjualan produk lokal, sekaligus menciptakan profesi baru di era ekonomi digital.
Melihat pertumbuhan kreator digital yang semakin masif, Surabaya dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif digital di Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto