Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Konser, Cholil Efek Rumah Kaca Sampaikan Pesan Menohok soal Kondisi Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Band Perunggu Guncang Surabaya, 1.500 Penonton Padati Konser Dakwah Gen Z yang Tak Biasa

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:52 WIB
  • author Andika
Band Perunggu Guncang Surabaya, 1.500 Penonton Padati Konser Dakwah Gen Z yang Tak Biasa
Band Perunggu sukses menghibur 1.500 penonton di Surabaya dalam konser dakwah Gen Z yang digelar SMA Muhammadiyah 1 Taman. Musik, kreativitas, dan nilai Islami berpadu dalam satu panggung. Foto iNewsSurabaya.id/dika

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ribuan penonton larut dalam euforia konser Band Perunggu yang digelar di Graha Adi Surabaya, Rabu (17/6/2026). Grup musik indie yang tengah digandrungi anak muda tersebut tampil memukau dengan membawakan sejumlah lagu andalan, termasuk "33x" yang menjadi salah satu momen paling dinanti para penggemar.

Tak sekadar menghadirkan hiburan, konser ini menjadi bagian dari konsep dakwah kreatif yang diusung SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Melalui pendekatan seni dan musik, sekolah berupaya menyampaikan nilai-nilai positif kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program pembentukan karakter lulusan yang dikenal dengan konsep RESPECT, yakni Religius, Smart, Positif, dan Kreatif.


Band Perunggu sukses menghibur 1.500 penonton di Surabaya dalam konser dakwah Gen Z yang digelar SMA Muhammadiyah 1 Taman. Musik, kreativitas, dan nilai Islami berpadu dalam satu panggung. Foto iNewsSurabaya.id/dika

Menurutnya, konser menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan mengelola sebuah kegiatan berskala besar secara profesional.

"Kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan acara. Guru berperan sebagai pendamping, sementara seluruh teknis kegiatan dikelola oleh siswa," ujarnya.

Pemilihan Band Perunggu sendiri bukan tanpa alasan. Yogi mengungkapkan bahwa keputusan menghadirkan grup musik tersebut merupakan aspirasi para siswa yang kemudian dikaji oleh pihak sekolah.

Setelah melalui evaluasi, lagu-lagu yang dibawakan Band Perunggu dinilai mengandung pesan-pesan positif yang sejalan dengan nilai pendidikan karakter dan keagamaan yang diterapkan di lingkungan sekolah.

"Anak-anak memang banyak yang mengidolakan Band Perunggu. Kami mempelajari lirik-lirik lagunya dan menemukan banyak pesan baik di dalamnya, termasuk pada lagu '33x' maupun lagu bertema keluarga dan ibu. Karena itu kami menilai kehadiran mereka tetap sesuai dengan nilai yang kami bangun," katanya.

Meski dikemas dalam format konser musik modern, suasana religius tetap menjadi perhatian utama penyelenggara. Panitia menyediakan fasilitas ibadah dan menerapkan pemisahan area penonton laki-laki dan perempuan menggunakan pembatas selama acara berlangsung.

Langkah tersebut merupakan bagian dari konsep dakwah kultural yang menyasar generasi muda atau yang dikenal sebagai dakwah Gen Z.

"Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah bisa dilakukan melalui berbagai media, termasuk seni dan musik. Nilai-nilai agama tetap bisa disampaikan tanpa harus selalu melalui ceramah di atas mimbar," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Taman, Keisya Aulia Fayyaz, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara mandiri oleh siswa selama dua hingga tiga bulan.

Mulai dari riset pemilihan bintang tamu, penyusunan konsep acara, hingga pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh para pelajar dengan pendampingan guru.

Konser tersebut berhasil menarik lebih dari 1.500 penonton. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 orang merupakan masyarakat umum yang turut hadir untuk menyaksikan penampilan Band Perunggu.

Sebelum konser utama dimulai, pengunjung terlebih dahulu disuguhkan beragam pertunjukan seni karya siswa. Mulai dari penampilan band sekolah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, tari tradisional, hingga tari modern yang menampilkan kreativitas generasi muda.

Melihat antusiasme yang tinggi, Smamita berencana menjadikan konser dan pentas seni serupa sebagai agenda rutin setiap dua tahun sekali. Bahkan, penyelenggaraan berikutnya ditargetkan dapat digelar di area luar ruangan dengan memanfaatkan fasilitas baru yang dimiliki sekolah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, kreativitas, dan dakwah dapat berjalan beriringan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak muda masa kini.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut