Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Puti Dukung Kebijakan Pemkot Surabaya Ganti PR dengan Penumbuhan Karakter
Advertisement . Scroll to see content

Residu Sampah Masih Jadi Tantangan, Teknologi Olah Sampah Tanpa Pilah Dinilai Jadi Solusi Baru

Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:55 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Residu Sampah Masih Jadi Tantangan, Teknologi Olah Sampah Tanpa Pilah Dinilai Jadi Solusi Baru
Pengelolaan residu sampah di Jawa Timur masih menjadi tantangan. Akademisi dan Bappeda Jatim menilai teknologi pengolahan sampah tanpa pilah berpotensi menjadi solusi mengurangi timbunan sampah di TPA. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

MOJOKERTO, iNewsSurabaya.id – Persoalan residu sampah yang selama ini sulit diolah masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem pengelolaan sampah di Jawa Timur. Di tengah meningkatnya volume sampah setiap hari, inovasi teknologi pengolahan sampah tanpa proses pemilahan mulai dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Gagasan tersebut mengemuka dalam forum diskusi pengelolaan sampah yang digelar Perhimpunan Filantropi Indonesia bersama Yayasan Bimasakti Peduli Negeri di Pendopo Bimasakti Farm, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Akademisi Teknik Lingkungan Universitas Airlangga, Dr. Rizky Amaliyah, menilai tantangan utama pengelolaan sampah di Indonesia bukan semata-mata terletak pada teknologi, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, sekitar 60 persen timbulan sampah nasional berasal dari sektor rumah tangga. Namun hingga kini belum ada kebijakan yang benar-benar mampu mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah secara konsisten.

"Kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah masih belum merata. Selain itu, manfaat ekonomi dari penerapan ekonomi sirkular juga belum banyak dirasakan sehingga motivasi masyarakat masih rendah," ujar Rizky.

Ia menambahkan, penerapan konsep ekonomi sirkular juga masih menghadapi hambatan, terutama karena pasar bagi produk hasil daur ulang sampah belum berkembang secara optimal.


Karena itu, menurut Rizky, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas agar kapasitas pengelolaan sampah semakin kuat, sekaligus membuka akses pembiayaan bagi berbagai inovasi yang berkembang.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Infrastruktur Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup Bappeda Jawa Timur, Kunarti Sri Rejeki, menilai teknologi pengolahan sampah tanpa pilah layak dikembangkan sebagai solusi pelengkap, khususnya untuk menangani residu sampah yang selama ini sulit dimanfaatkan kembali.


"Pengelolaan sampah tanpa pilah merupakan inovasi yang dibutuhkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Namun kualitas produk hasil pengolahannya tetap dipengaruhi kondisi sampah yang dipilah maupun tidak dipilah," katanya.


Kunarti menjelaskan, sekitar 20 persen sampah yang dihasilkan masih berupa residu yang belum dapat diolah kembali. Di sisi lain, produksi sampah di Jawa Timur terus meningkat setiap hari sehingga kapasitas pengolahan yang ada belum mampu mengimbangi laju timbulan sampah.

Selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menerapkan berbagai strategi, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga hingga pengolahan di tempat pembuangan sementara. Namun masih terdapat jenis sampah tertentu yang belum memiliki nilai guna sehingga berakhir di TPA.

"Masih ada jenis sampah tertentu yang memang tidak dapat dimanfaatkan kembali sehingga akhirnya harus dibuang," jelasnya.
Direktur Yayasan Bimasakti Peduli Negeri, M. Adistya Dwi Kurniawan, mengatakan forum tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor filantropi untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Kami berharap inovasi yang diperkenalkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan," pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut