get app
inews
Aa Text
Read Next : Mahasiswa Asal Surabaya Ini Borong 11 Medali di Kejuaraan Karate Nasional 2026, Sabet 3 Emas 8 Perak

Bukan Sekadar Konten, Mahasiswa Ini Bongkar Strategi Branding Digital Berkonsep Old Money

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:26 WIB
header img
Praktikum YACA 2026 yang digelar di Java Paragon Hotel & Residences Surabaya pada 27 Juni 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dalam praktik. Foto: Romadhani

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Membangun identitas sebuah merek di media sosial bukan sekadar membuat konten yang menarik. Di balik layar, dibutuhkan riset, pembagian peran, kemampuan membaca tren, hingga menyatukan beragam ide dalam satu tim. Pengalaman itulah yang dirasakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya saat mengikuti praktikum Youth Achievement Communication Award (YACA) 2026.

Salah satu tim peserta memilih mengusung konsep Old Money sebagai identitas branding media sosial mereka. Konsep tersebut dipilih setelah melalui diskusi bersama seluruh anggota untuk menentukan karakter visual yang mampu membedakan tim mereka dari peserta lain.

Penanggung jawab (PIC) tim, M. Abdul Jalil, mengatakan proses penyusunan konsep menjadi langkah awal sebelum seluruh anggota menjalankan tugas masing-masing.

"Persiapannya yang pasti aku sama teman-teman mulai merapatkan konsep yang mau kita pakai di YACA 2026 ini, dan kebetulan konsep dari kelas kami mengusung konsep Old Money untuk branding di sosial media," ujar Jalil.

Namun, menurut Jalil, tantangan terbesar bukanlah mencari ide kreatif, melainkan menyatukan waktu dan pemikiran seluruh anggota tim. Di tengah keterbatasan anggaran, mereka harus membangun komitmen bersama agar setiap divisi dapat menjalankan tanggung jawabnya hingga kompetisi berakhir.

Dalam menyusun strategi komunikasi, tim tidak hanya berfokus pada tampilan visual. Mereka juga berupaya membangun interaksi dengan audiens melalui konten yang relevan dan mengikuti tren yang sedang berkembang di media sosial.

"Ide utama kita untuk mencapai Best Communication Campaign dengan cara membuat postingan konten dan tetap berinteraksi dengan audiens agar menarik perhatian dan memberikan rasa penasaran audiens untuk tetap stay di sosial media kita," kata Jalil.

Pemilihan talent pun menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Tim menunjuk talent yang dinilai mampu merepresentasikan karakter Gen Z percaya diri, komunikatif, dan mudah mengikuti perkembangan tren digital.

Di balik setiap unggahan, tim menerapkan proses verifikasi informasi sebelum dipublikasikan. Langkah itu dilakukan agar setiap konten yang diproduksi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyampaikan informasi yang akurat.

"Kita selalu melakukan double check terhadap setiap informasi yang diterima. Setelah dipastikan benar, baru kita sampaikan ke orang lain dengan bahasa yang lebih sederhana supaya mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," jelas Jalil.

Perjalanan mengikuti YACA juga menghadirkan tantangan yang tidak sedikit. Sebagai PIC, Jalil mengaku harus menghadapi kritik terhadap video profil tim sekaligus menjaga semangat seluruh anggota agar tetap fokus menyelesaikan kompetisi.

"Jujur, capek banget, apalagi sebagai PIC harus menyatukan banyak kepala dengan pendapat yang berbeda-beda. Kita juga sempat mendapat kritik karena video profil. Tapi dari situ kita saling menguatkan, langsung konsultasi dengan dosen, dan berusaha memperbaiki keadaan supaya tetap terkendali," tuturnya.

Bagi Jalil, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Selain mengasah kreativitas dalam membangun branding digital, YACA juga mengajarkan pentingnya komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama di tengah perbedaan karakter setiap anggota tim.

"Lomba ini benar-benar melatih kerja sama. Kita belajar menyatukan banyak pendapat, membagi tugas, menyelesaikan masalah bersama, dan jadi tahu siapa yang benar-benar bisa diandalkan saat bekerja dalam tim," pungkasnya.

Praktikum YACA 2026 yang digelar di Java Paragon Hotel & Residences Surabaya pada 27 Juni 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya untuk menerapkan teori yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik. Bagi Jalil dan timnya, kompetisi tersebut bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang memahami bagaimana sebuah strategi komunikasi dibangun melalui kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi.

Penulis

Muhammad Romadhani (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya)

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut